6 Siswa SMPN 2 Bumiayu Tersambar Petir Saat Pulang Sekolah, Dirawat di RSU Siti Aminah

ilustrasi tersambar petir

BOGORTODAY.COM – Enam siswa SMPN 2 Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi korban sambaran petir saat pulang sekolah pada Rabu (13/11/2024) sore. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika keenam siswa yang baru saja keluar dari gerbang sekolah, tersambar petir dalam kondisi hujan deras yang disertai petir.

Menurut informasi yang dihimpun, keenam siswa yang menjadi korban adalah Ramadhan (kelas 9E), Fakhri (9A), Fikri (9B), Nizam (9E), dan Anwar (7D).

Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siti Aminah di Bumiayu untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka mengalami luka bakar akibat sambaran petir yang mengenai tubuh mereka.

Kepala SMPN 2 Bumiayu, Kukuh Sarjono, menjelaskan bahwa kejadian ini berlangsung setelah jam pulang sekolah. Saat itu, para siswa sedang berjalan menuju pintu gerbang sekolah dalam kondisi hujan lebat. Tiba-tiba, petir menyambar dengan sangat keras, mengenai keenam siswa yang berada di area gerbang sekolah.

BACA JUGA :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Bogor Gelar Gebyar Siliwangi

“Ya, kejadiannya pas jam pulang sekolah sekitar jam 14.00 WIB. Mereka baru sampai di gerbang sekolah, kemudian tiba-tiba tersambar petir,” ujar Kukuh Sarjono dalam keterangannya kepada awak media.

Menurut Kukuh, keenam siswa tersebut mengalami luka bakar di tubuh mereka akibat tersambar petir. Pihak sekolah bersama keluarga korban langsung memberikan perhatian dan dukungan penuh untuk perawatan medis.

Semua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dan kondisi mereka sedang dipantau oleh tim medis.

Pihak sekolah juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa anak didiknya.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi. Kami berdoa semoga anak-anak kami bisa segera pulih,” tulis akun Instagram @insta_bumiayu, yang pertama kali melaporkan kejadian tersebut.

Kepala SMPN 2 Bumiayu mengimbau kepada seluruh siswa untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca buruk yang sering terjadi pada musim hujan.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Dorong Generasi Digital Cerdas, Teman FM Hadir Langsung di Sekolah

“Kami mengingatkan agar semua siswa tetap berhati-hati, terutama saat kondisi cuaca buruk. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Kukuh Sarjono.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat dan pihak sekolah untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca saat kegiatan luar ruangan berlangsung, terlebih saat hujan deras dan petir, yang dapat meningkatkan risiko kejadian seperti ini.

Tragedi yang menimpa enam siswa SMPN 2 Bumiayu ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan. Pihak sekolah dan keluarga korban berharap para siswa yang dirawat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan di lingkungan sekolah, terutama saat kondisi cuaca buruk.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================