
Pada masa kejayaannya, Kerajaan Kalingga mencapai puncak di bawah pemerintahan Ratu Shima pada tahun 674 M. Pemerintahan Ratu Shima dikenal dengan ketegasan dan keadilannya dalam menegakkan hukum.
Salah satu hukum yang terkenal adalah hukuman potong tangan bagi siapa saja yang terbukti mencuri, meskipun hukuman tersebut juga pernah menimpa putranya sendiri.
Selain ketegasan dalam hukum, Ratu Shima juga terkenal karena keberhasilannya dalam menciptakan stabilitas politik dan ekonomi.
Kerajaan ini memiliki lembaga pendidikan yang maju, dan banyak pendeta asing datang ke Kalingga untuk belajar agama Buddha. Hubungan baik dengan China dan India semakin memperkuat posisi Kalingga di jalur perdagangan internasional.
Keruntuhan Kerajaan Kalingga
Setelah wafatnya Ratu Shima pada tahun 695 M, Kerajaan Kalingga mulai mengalami kemunduran. Salah satu penyebab utama keruntuhan ini adalah serangan dari Kerajaan Sriwijaya, yang saat itu sedang berkembang dan ingin menguasai jalur perdagangan di seluruh Nusantara.
Serangan Sriwijaya melemahkan Kalingga, yang akhirnya kehilangan kekuasaannya dan berpindah ke wilayah Jawa bagian timur pada sekitar tahun 755-742 M.
Peninggalan Kerajaan Kalingga
Meskipun kerajaan ini telah lama runtuh, berbagai peninggalan sejarah yang ditemukan di wilayah pesisir utara Jawa Tengah memberikan gambaran tentang kemegahan Kerajaan Kalingga. Beberapa peninggalan yang terkait dengan kerajaan ini antara lain:
- Prasasti Tukmas
Ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, Prasasti Tukmas menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta.
Prasasti ini menggambarkan pengaruh Hindu yang kuat di Kalingga, dengan gambar-gambar simbolik seperti trisula, cakra, dan bunga teratai.
- Prasasti Sojomerto
Ditemukan di Desa Sojomerto, Kabupaten Batang, prasasti ini menggunakan aksara Kawi dan berisi catatan mengenai keluarga Dapunta Syailendra, tokoh yang dianggap berperan penting dalam sejarah Kalingga.
- Candi Angin
Candi ini ditemukan di Desa Tempur, Kabupaten Jepara. Dengan letaknya yang tinggi dan tidak roboh meskipun diterpa angin kencang, Candi Angin dianggap sebagai peninggalan paling unik dan menunjukkan pengaruh besar Hindu Siwaisme di wilayah Kalingga.
- Candi Bubrah
Terletak di dekat Candi Angin, Candi Bubrah juga memberikan bukti sejarah tentang pengaruh agama Buddha di Kalingga.
Meskipun kini hanya tersisa reruntuhan, candi ini tetap memiliki nilai sejarah yang penting.
- Situs Puncak Sanga Likur
Terletak di puncak Gunung Muria, situs ini ditemukan dengan empat arca batu yang menggambarkan dewa-dewa Hindu, seperti Batara Guru dan Wisnu. Situs ini juga memiliki enam tempat pemujaan yang digunakan dalam upacara keagamaan.
Kerajaan Kalingga mungkin tidak seterkenal Majapahit atau Sriwijaya, namun kerajaan ini memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam penyebaran agama Hindu dan Buddha.
Peninggalan-peninggalan bersejarah yang ditemukan di Jawa Tengah menjadi saksi bisu kejayaan kerajaan ini, yang mempengaruhi perkembangan kebudayaan dan peradaban di Nusantara pada masa itu.
Dengan bukti-bukti yang ada, kita dapat belajar untuk menghargai warisan sejarah yang telah membentuk Indonesia hingga saat ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















