
Proses pemadaman api berjalan lancar dan api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit setelah kedatangan petugas. Setelah itu, tim damkar melanjutkan dengan proses pendinginan dan pembersihan, mengingat ada tumpahan solar di jalanan yang harus dibersihkan.
Hal yang mengejutkan dalam proses pemadaman kebakaran ini adalah tidak ditemukannya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dalam bus.
“Sepengetahuan petugas damkar dari awal kejadian sampai meninggalkan lokasi, tidak ditemukan tabung APAR, baik di dalam bus ataupun di sekitar TKP,” kata Ade.
Hal ini tentunya menjadi perhatian, mengingat seharusnya setiap kendaraan umum, termasuk bus, dilengkapi dengan APAR untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran atau keadaan darurat lainnya.
Kebakaran ini mengingatkan pentingnya pemeriksaan dan pemeliharaan berkala terhadap sistem kelistrikan kendaraan umum, terutama bus.
Pihak berwenang diharapkan dapat lebih ketat dalam mengawasi kondisi teknis bus-bus yang beroperasi di Kota Semarang untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pemeriksaan dan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) juga menjadi hal yang penting untuk memastikan keamanan penumpang dan kru bus.
Pihak kepolisian dan dinas terkait masih akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran serta memastikan apakah semua protokol keselamatan telah dipatuhi oleh operator bus Trans Semarang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















