
Sayangnya, dalam sistem politik Amerika Serikat yang sering berubah seiring pergantian presiden dan partai politik, program luar angkasa tidak dapat memperoleh dukungan yang konsisten.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun NASA memiliki kemampuan teknologi yang cukup untuk kembali ke Bulan, seperti penggunaan pesawat ruang angkasa baru dan roket besar seperti Space Launch System (SLS), serta proyek-proyek komersial seperti SpaceX, masalah anggaran tetap menjadi hambatan utama.
Dana yang dibutuhkan untuk memfasilitasi misi besar seperti itu sering kali lebih diprioritaskan untuk program-program lain yang dianggap lebih mendesak oleh pemerintah.
Bridenstine, yang menjabat sebagai Administrator NASA dari 2018 hingga 2021, juga mengungkapkan bahwa meskipun tantangan besar ini, ada peluang untuk manusia kembali ke Bulan di masa depan.
Program Artemis, yang diluncurkan oleh NASA, bertujuan untuk mendaratkan kembali manusia di Bulan pada tahun 2025, dengan ambisi untuk menjelajahi kutub selatan Bulan dan mempersiapkan perjalanan lebih jauh ke Mars.
Namun, Bridenstine menekankan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan pendanaan dan dukungan politik yang konsisten.
“Jika kita ingin melihat manusia kembali ke Bulan dalam waktu dekat, kita harus memiliki komitmen politik yang berkelanjutan dan anggaran yang memadai untuk mendukungnya,” tuturnya.
Meski kemajuan teknologi luar angkasa telah memungkinkan kemungkinan untuk kembali mendarat di Bulan, alasan utama mengapa misi berawak ke Bulan terhenti sejak 1972 adalah karena perubahan prioritas politik dan pemotongan anggaran yang terjadi setelah berakhirnya Perang Dingin.
Seiring waktu, misi luar angkasa sering kali terabaikan, meskipun teknologi dan kemampuan ilmiah telah berkembang pesat.
Namun, dengan adanya program Artemis dan minat kembali pada eksplorasi luar angkasa, harapan untuk mengirimkan manusia kembali ke Bulan kini mulai terwujud, meskipun tantangan pendanaan dan komitmen politik tetap menjadi faktor penentu utama.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















