
“Karena kalau kita tahu dari narkoba saja, peredaran narkoba sekarang dibuat dalam berbagai bentuk. Makanan, kemudian jenisnya juga selalu bertambah setiap tahun. Jadi ini yang harus kita update, hal-hal yang kira-kira bisa membahayakan anak-anak,” ucap Syarifah.
Di lokasi yang sama, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syah mengatakan bahwa program ini terus berkesinambungan. Tidak hanya di SMA Negeri 7 Bogor sebagai pilot project, namun di seluruh sekolah di Kota Bogor.
“Ini kan program kolaborasi. Program kolaborasi dalam rangka mengaktifkan motivasi sekolah. Mulai dari penindakan terhadap radius berapa ratus meter dari sekolah yang tidak boleh ada warung minuman keras, lalu pencegahan dengan cara penyuluhan ke sekolah-sekolah. Jadi mensinergikan seluruh upaya dalam mencegah gangguan kenakalan remaja di berbagai sekolah,” ucap Agus.
Di Kota Bogor sendiri, Agus menambahkan, angka kriminalitas pada remaja khususnya pelajar SMA cukup tinggi. Hal ini yang mendasari program ini bisa terus digalakkan. Penyuluhan sendiri juga berkolaborasi antara Polresta Bogor Kota, dinas terkait, dan Satpol PP itu sendiri.
“Targetnya seluruh sekolah dengan jangka panjang. Tapi saat ini kita baru pilot project di SMA 7. Nanti mungkin tiga bulan kemudian ada tiga sekolah tambahan. Tapi ternyata tahun depan sudah bisa mencakup seluruh sekolah. Ada 20 SMA dan 4 SMK. Itu rencana,” ucap Agus.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















