
“Ini sudah kesembilan kalinya korban memanjat tower. Jadi, ini bukan percobaan bunuh diri pertama kali. Sebelumnya, korban selalu berhasil turun dengan selamat,” ungkap Nur Iman.
Pihak keluarga korban juga diketahui sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, meskipun kali ini mereka merasa kecolongan karena korban diketahui sudah berada di atas tower tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
“Keluarga korban juga sudah tidak terkejut dengan kejadian ini, karena sebelumnya korban memang sering melakukan hal yang sama. Hanya saja, kali ini mereka agak terlambat mengetahui keberadaan korban di atas tower,” lanjut Nur Iman.
Proses evakuasi korban memakan waktu cukup lama karena kondisi PD yang dalam keadaan tertekan secara mental. Tim SAR dan petugas yang terlibat harus melakukan pendekatan dengan hati-hati untuk menenangkan korban, sehingga ia mau turun dengan sukarela.
Nur Iman menambahkan, meski ada risiko besar yang dihadapi selama proses evakuasi, tim bekerja dengan hati-hati agar keselamatan korban terjamin.
“Kami memberikan motivasi kepada korban untuk turun dengan aman. Alhamdulillah, setelah negosiasi yang cukup lama, korban akhirnya turun dengan selamat,” ujar Nur Iman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat dan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan mental seseorang.
Meskipun korban berhasil dievakuasi dengan selamat, kejadian ini menunjukkan bahwa faktor mental dan psikologis dapat mempengaruhi perilaku seseorang, bahkan berpotensi berbahaya bagi keselamatan mereka sendiri.
Tim SAR dan pihak berwenang di Bogor telah menunjukkan profesionalisme dalam menangani kejadian ini, dan diharapkan keluarga serta pihak terkait dapat memberikan dukungan lebih untuk kondisi kesehatan mental PD agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















