Wanita 28 Tahun Terselamatkan Setelah Memanjat Tower SUTET di Bogor, Tim SAR Berhasil Evakuasi

dok. Istimewa

BOGORTODAY.COM – Seorang wanita berusia 28 tahun, yang diketahui berinisial PD, sempat membuat geger warga di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, setelah memanjat tower SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi) setinggi 30 meter.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 14 November 2024, berhasil ditangani oleh Tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi dengan penuh kehati-hatian dan profesionalisme.

Komandan Tim Kantor Unit Siaga SAR Basarnas, Muhamad Nur Iman, mengonfirmasi bahwa korban telah berhasil dievakuasi dengan selamat setelah berada di atas tower sejak pagi hari.

“Betul, telah terjadi satu orang kondisi membahayakan manusia di (tower) SUTET Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor,” ujar Nur Iman.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar pada pukul 05.40 WIB.

Warga yang melintas di dekat lokasi melihat wanita tersebut berada di puncak tower dan segera melaporkannya ke pihak berwajib. Tim SAR yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

“Tim Unit Siaga SAR Bogor segera menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi pada pukul 05.40 WIB. Tim SAR bersama dengan petugas dari Damkar, Polsek Bojonggede, serta PLN UPT Bogor terlibat dalam proses evakuasi,” kata Nur Iman.

BACA JUGA :  Resep Pizza Teflon Rumahan, Praktis Tanpa Oven dengan Topping Sosis dan Jamur

Petugas dari Unit Siaga SAR Bogor, yang terdiri dari lima orang, bekerja sama dengan enam petugas dari Damkar Kabupaten Bogor, empat petugas Damkar Kota, serta pihak kepolisian dan PLN, untuk mengevakuasi korban.

Setelah melakukan negosiasi yang cukup panjang, PD akhirnya berhasil turun dari ketinggian 30 meter dengan selamat.

Kepada petugas, korban PD mengungkapkan bahwa ia telah mengalami keterbelakangan mental. Ini bukanlah pertama kalinya ia memanjat tower SUTET.

“Ini sudah kesembilan kalinya korban memanjat tower. Jadi, ini bukan percobaan bunuh diri pertama kali. Sebelumnya, korban selalu berhasil turun dengan selamat,” ungkap Nur Iman.

Pihak keluarga korban juga diketahui sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, meskipun kali ini mereka merasa kecolongan karena korban diketahui sudah berada di atas tower tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

“Keluarga korban juga sudah tidak terkejut dengan kejadian ini, karena sebelumnya korban memang sering melakukan hal yang sama. Hanya saja, kali ini mereka agak terlambat mengetahui keberadaan korban di atas tower,” lanjut Nur Iman.

BACA JUGA :  Resep Sayur Nangka Bumbu Merah Pedas, Gurih Santan dan Bikin Nagih

Proses evakuasi korban memakan waktu cukup lama karena kondisi PD yang dalam keadaan tertekan secara mental. Tim SAR dan petugas yang terlibat harus melakukan pendekatan dengan hati-hati untuk menenangkan korban, sehingga ia mau turun dengan sukarela.

Nur Iman menambahkan, meski ada risiko besar yang dihadapi selama proses evakuasi, tim bekerja dengan hati-hati agar keselamatan korban terjamin.

“Kami memberikan motivasi kepada korban untuk turun dengan aman. Alhamdulillah, setelah negosiasi yang cukup lama, korban akhirnya turun dengan selamat,” ujar Nur Iman.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat dan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan mental seseorang.

Meskipun korban berhasil dievakuasi dengan selamat, kejadian ini menunjukkan bahwa faktor mental dan psikologis dapat mempengaruhi perilaku seseorang, bahkan berpotensi berbahaya bagi keselamatan mereka sendiri.

Tim SAR dan pihak berwenang di Bogor telah menunjukkan profesionalisme dalam menangani kejadian ini, dan diharapkan keluarga serta pihak terkait dapat memberikan dukungan lebih untuk kondisi kesehatan mental PD agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================