BOGORTODAY.COM – Para wisatawan yang berkunjung ke Italia diimbau untuk berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang sering terjadi di kawasan wisata. Modus-modus ini biasanya menargetkan turis asing di kota-kota besar seperti Roma, Venesia, dan Milan, yang sering menjadi tujuan utama wisatawan internasional.
Salah satu bentuk penipuan yang paling umum adalah penipuan bunga mawar, yang meski sudah cukup dikenal, masih berhasil menjebak banyak wisatawan.
Modus ini terjadi di tempat-tempat ramai seperti piazza atau jalanan kecil di pusat kota. Penipu akan mendekati wisatawan sambil membawa setangkai bunga mawar. Mereka biasanya menjatuhkan atau menyodorkan bunga kepada wisatawan.
Jika wisatawan menyentuh atau mengambil bunga tersebut, penipu akan mengklaim bahwa bunga itu telah menjadi milik wisatawan dan meminta pembayaran, biasanya sebesar satu hingga dua Euro.
Menurut Guido Terzuoli, pakar perjalanan dari My Rental Homes, bahkan jika wisatawan hanya mengambil bunga untuk mengembalikannya, penipu akan tetap bersikeras bahwa bunga itu sudah menjadi milik mereka.
“Penipu akan mengatakan, ‘Sekarang bunga ini milik Anda, Anda harus membayarnya.’ Mereka sering kali memaksa atau membuat wisatawan merasa tidak nyaman hingga akhirnya menyerahkan uang,” ujar Terzuoli.
Untuk menghindari situasi ini, Terzuoli memberikan saran sederhana: jangan terlibat dalam percakapan dan abaikan penawaran bunga tersebut. “Berjalanlah dengan percaya diri, jangan ambil bunga itu, dan biarkan saja di tanah jika mereka menjatuhkannya,” tambahnya.
Selain bunga mawar, terdapat beberapa modus penipuan lain yang sering menimpa wisatawan di Italia:
- Modus Gelang Persahabatan
Penipu akan mendekati wisatawan dan dengan cepat mengikatkan gelang di pergelangan tangan mereka. Setelah itu, mereka akan meminta bayaran dengan alasan bahwa gelang tersebut sudah menjadi milik wisatawan.
- Petisi Palsu
Dalam modus ini, penipu akan meminta wisatawan untuk menandatangani petisi untuk tujuan sosial tertentu. Setelah menandatangani, wisatawan diminta memberikan sumbangan.
- Penipuan di Restoran atau Kafe
Wisatawan terkadang ditagih harga yang jauh lebih mahal dari menu yang tercantum, terutama di tempat-tempat yang tidak memasang harga dengan jelas.
- Penawaran Barang atau Tiket Palsu
Penjual akan menawarkan barang “bermerek” atau tiket masuk tempat wisata dengan harga murah, yang pada kenyataannya adalah barang palsu atau tiket tidak valid.
Tips Aman untuk Wisatawan
Untuk menghindari menjadi korban penipuan, wisatawan disarankan untuk:
- Hindari Interaksi dengan Orang Asing yang Terlihat Memaksa: Jangan terlibat dalam percakapan atau menerima barang apa pun.
- Selalu Periksa Tagihan: Pastikan harga sesuai dengan yang tertera di menu atau kesepakatan awal.
- Gunakan Jasa Resmi: Untuk tiket wisata atau tur, gunakan platform terpercaya atau langsung beli dari situs resmi.
- Waspadai Lingkungan Sekitar: Terutama di tempat-tempat ramai, di mana penipu sering kali beraksi.
Dengan mengenali modus-modus penipuan yang umum terjadi, wisatawan dapat lebih waspada dan menikmati perjalanan mereka di Italia tanpa gangguan. Seperti yang dikatakan Terzuoli,
“Kesadaran adalah kunci untuk menjaga keselamatan dan pengalaman liburan yang menyenangkan.”diingatkan oleh ahli perjalanan untuk berhati-hati terhadap penipuan dengan berbagai modus.
Salah satu penipuan yang sering terjadi adalah penipuan menggunakan bunga mawar, meskipun sudah banyak diketahui tapi masih ada yang belum menyadarinya. Penipuan ini biasanya terjadi di kota-kota besar yang ramai seperti Roma, Venesia, Milan, dan biasanya menyasar wisatawan asing.
Dikutip dari Express, Minggu (17/11/2024) seorang pakar perjalanan dari My Rental Homes, Guido Terzuoli, memperingatkan para wisatawan untuk selalu waspada terhadap penipuan semacam ini, baik di Italia maupun di kota-kota lain di seluruh dunia.
Biasanya, penipu akan mendekati wisatawan sambil membawa bunga mawar di area yang ramai seperti di piazza atau jalanan yang tenang. Mereka akan menjatuhkan atau menyodorkan bunga tersebut kepada wisatawan dan jika wisatawan itu mengambilnya, aksi penipuan pun dimulai.
Menurut Terzuoli, jika wisatawan menerima bunga tersebut, bahkan hanya untuk mengembalikannya, penipu akan mengklaim bunga itu sudah menjadi milik wisatawan dan akan meminta uang, seringkali dengan mengatakan,
“Sekarang bunga ini milik Anda, Anda berutang satu atau dua Euro untuk bunga itu,” terang Terzuoli.
Meski hanya dengan sebatang bunga, penipu tersebut bisa membuat wisatawan mengeluarkan uang. Penipu itu akan bersikukuh bahwa bunga yang telah dikembalikan kepadanya itu bukan lagi miliknya, melainkan sudah menjadi miliki wisatawan dan terus akan meminta uang.
Terzuoli menyarankan agar wisatawan menghindari situasi itu dengan cara yang sederhana, jangan terlibat dalam percakapan dengan penipu.
“Abaikan mereka, jangan lihat siapa pun yang menawarkan bunga. Berjalanlah dengan percaya diri dan jangan ambil bunga tersebut, biarkan saja di tanah,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa kejadian seperti itu sering terjadi pada wisatawan di kota-kota besar, jadi para wisatawan harus lebih berhati-hati di tempat-tempat wisata utama di Italia.
Penipuan lain yang juga umum di kawasan wisata Italia adalah penipuan dengan modus gelang persahabatan. Di mana seseorang akan mengikatkan gelang di pergelangan tangan wisatawan dan kemudian meminta uang.
Selain itu, ada juga penipuan petisi palsu, wisatawan diminta untuk menandatangani petisi dan kemudian wisatawan harus memberikan sumbangan. Dengan mengetahui modus-modus penipuan itu, Terzouli berharap akan membantu wisatawan merasa lebih aman saat berkunjung ke tempat-tempat wisata.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















