Judi Online Akibatkan Angka Perceraian di Kabupaten Bogor Meningkat, Capai 19 Ribu Perkara

Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Achmad Cholil. (Foto: Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Maraknya kasus Judi Online yang masuk ke Negara Indonesia. Hal itu ternyata mengakibatkan angka percerian di Kabupaten Bogor terus meningkat hingga mencapai 19.097 perkara.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Achmad Cholil menyampaikan bahwa pengaduan perkara perceraian yang diakibatkan oleh judol mulai pada tahun 2022.

Judi online itu kalo saya lihat itu dari 2022 mulai 2023 dan 2024 deh banyak, tapi kalo kita lihat di beberapa berita dan daerah itu kan memang jadi salah satu penyebab,” ucap Achmad, Selasa (19/11/2024).

Achmad Cholil mengatakan, sebelum maraknya kasus judi online, angka perceraian di Kabupaten Bogor hanya menyentuh 7.000 perkara. Namun, pada saat adanya judol di tahun 2022 angka perceraian tembus hingga 10.068.

BACA JUGA :  Waspada! Ini Deretan Menu Sarapan yang Bisa Memicu Asam Lambung Naik

“Tahun 2020 kan sekitar 7 ribu, 2021 : 9.300, 2022 : 10.068, 2023 : 9.679, 2024 : 8.533,” kata dia.

Achmad Cholil menyebut bahwa aduan perceraian yang terjadi lebih didominasi karena perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus menerus.

“Tapi juga tidak menutup kemungkinan, kan alasan perselisihan dan pertengkaran terus menerus itu penyebabnya banyak, bisa jadi karena dia ekonomi, suaminya tidak kerja segala macam dan karena judi online,” kata dia.

Menurutnya, pertengkaran dan perselisihan yang terjadi dalam keluarga juga itu bisa disebabkan oleh seseorang yang terjebak dalam tiupan judol.

BACA JUGA :  Belanda Tampil Superior, Swedia Dibungkam 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

“Karena kalo udah judi online, orang ga kasih nafkah ke istrinya, uang nya habis, kalo ga kasih nafkah akibatnya bertengkar trus menerus kemudian diajukan kesini, karena habis uang nya buat modal judi,” ujarnya.

Achmad Cholil menambahkan, kasus perceraian di Kabupaten Bogor tahun ini kemungkinan akan terus bertambah.

“Kalo angka perceraian meningkat iya dari 2020, 2023 turun sedikit, 2024 sudah 8 ratusan sampai pertengahan November ini kan. Akhir tahun bisa sampai 9 ribu lagi,” tutupnya. (Rifki Ramadhan)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================