
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai adalah langit yang mendadak gelap, datangnya angin kencang, dan munculnya awan gelap yang menjulang tinggi serta berwarna abu-abu.
Cara Menghindari Sambaran Petir di Tempat Terbuka
Jika terpaksa berada di tempat terbuka seperti sawah saat cuaca buruk, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersambar petir.
Berdasarkan brosur ‘Waspada Petir’ yang dirilis BPBD Bali, berikut adalah cara untuk menghindari petir di tempat terbuka:
- Jangan Berdiri atau Berlari di Tempat Terbuka – Hindari area terbuka seperti sawah, lapangan, atau taman. Petir biasanya mencari titik tertinggi untuk melepaskan energinya, dan jika berada di tempat terbuka, risiko tersambar petir menjadi lebih besar.
- Jongkok dengan Merapatkan Kedua Kaki – Jika terlanjur berada di sawah atau area terbuka, segera jongkok dengan merapatkan kedua kaki. Posisi ini mengurangi kemungkinan petir mengalir ke tubuh. Jangan berdiri dengan kaki terbuka karena petir bisa meloncat ke tubuh melalui kedua kaki yang terpisah.
- Segera Turun dari Area Tinggi – Jika berada di tempat yang lebih tinggi, segera turunkan posisi tubuh. Hindari berlindung di bawah pohon karena pohon bisa menjadi tempat petir menyambar.
- Tidak Berada di Kolam Renang – Petir dapat menyambar tubuh melalui air, jadi sebaiknya hindari berada di dalam kolam renang ketika hujan disertai petir.
Petir yang menyambar memang tidak dapat diprediksi, namun dengan mengetahui tanda-tanda kedatangannya dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita bisa meminimalisir risiko menjadi korban.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya dan Garut, kecelakaan akibat petir dapat merenggut nyawa, namun dengan kewaspadaan, kejadian serupa bisa dihindari. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















