Kecelakaan Maut di Ngawi: Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus Sugeng Rahayu

Ilustrasi kecelakaan

BOGORTODAY.COMKecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi-Maospati, tepatnya di KM 12-13, Desa Tambak Romo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Selasa (19/11/2024). Seorang pengendara motor tewas setelah tertabrak bus Sugeng Rahayu.

Korban, Haris Raditya Christama (36), warga Jalan Kampar Timur, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mengendarai sepeda motor Honda Supra sebelum terlibat kecelakaan dengan bus Sugeng Rahayu bernopol W 7156 UP yang dikemudikan oleh Sugianto (49).

Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Bus Sugeng Rahayu melaju dari arah utara (Ngawi) menuju selatan (Maospati) dan hendak mendahului kendaraan di depannya. Namun, dari arah berlawanan ada korban yang mengendarai motor,” ujar AKP Yuliana.

BACA JUGA :  Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Liver, Benarkah Penderita Harus Banyak Minum yang Manis?

Akibatnya, bus menabrak motor korban secara frontal. Haris mengalami luka berat di bagian kepala dan segera dilarikan ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Korban sempat dirawat di RSUD dr Soeroto, namun meninggal dunia pada pukul 14.00 WIB akibat pendarahan hebat di kepala,” tambah Yuliana.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sopir bus serta saksi-saksi di lokasi.

“Kami sudah mengamankan sopir bus untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hasil sementara menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi karena bus Sugeng Rahayu mendahului kendaraan lain tanpa memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan,” ungkap Yuliana.

BACA JUGA :  Beasiswa Kemenpora-LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Atlet dan Pelaku Olahraga Berpeluang Kuliah S2-S3 Gratis

Kasat Lantas mengimbau pengemudi bus maupun pengguna jalan lainnya untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalan-jalan padat seperti jalur Ngawi-Maospati.

“Kami meminta pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas, termasuk tidak mendahului kendaraan lain jika jarak pandang tidak aman,” tegasnya.

Jenazah Haris Raditya telah diserahkan kepada pihak keluarga di Madiun untuk dimakamkan. Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden di jalur pantura Ngawi, yang dikenal rawan kecelakaan karena padatnya lalu lintas dan laju kendaraan yang sering melebihi batas kecepatan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================