
Namun, meski Bambino memiliki kecerdasan yang tinggi, Fati dan Babe Cabita sempat merasa kesulitan dalam menghadapi anak mereka.
“Kita bingung ini anak kenapa kok sulit dihadapi. Secara lihat biasa ya normal, cuma dari cara berpikir, emotional-nya intens. Ketika dia sedih yang sedihnya berlebihan, ketika senang dia bisa euforia-nya luar biasa, ketika dia marah, pokoknya dia intens,” ungkap Fati.
Babe Cabita sempat memberikan pesan yang menguatkan Fati dalam menghadapi Bambino yang memiliki emosional yang sangat intens.
“Abang suka bilang kalau aku sudah lelah dan sulit hadapi dia dengan pertanyaan-pertanyaannya, tingkahnya, ‘Sayang kita punya anak spesial. Sabarnya juga harus spesial. Jangan dijadiin beban, jadiin ini alat kita beribadah juga. Kalau kita sayang dan membersamai mereka, kita juga disayang Allah’,” kenang Fati, mengingat kata-kata bijak suaminya yang telah meninggal.
Meskipun menghadapi tantangan besar, Fati berkomitmen untuk terus belajar dan berusaha menjadi ibu yang terbaik bagi Bambino. Baginya, setiap hari adalah pelajaran baru dalam mendampingi anak yang cerdas dan emosional ini.
“Saya terus belajar untuk bisa memahami apa yang diinginkan oleh Bambino, dan akan terus membersamai dia dengan penuh kasih sayang,” tutup Fati.
Kisah Fati dan Bambino menjadi inspirasi tentang perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak dengan kecerdasan luar biasa, serta pengorbanan dan cinta yang tak kenal lelah dalam setiap langkah kehidupan mereka.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















