Banjir Melanda Medan, Menghambat Proses Pencoblosan Pilkada 2024

Ketua KPPS 07 Lingkungan 1, Raja Hasibuan, menyatakan bahwa mereka belum bisa memulai proses pencoblosan karena anggota KPPS masih terjebak di rumah masing-masing.

Banjir yang semakin parah membuat sebagian warga di kawasan yang terdampak harus meminta evakuasi. Beberapa di antaranya bahkan mengungkapkan kekecewaannya terkait proses pencoblosan yang terhambat, seperti yang disampaikan oleh seorang warga Medan Johor,

“Bagaimana mau mencoblos, bang? Rumah kami aja masih kebanjiran,” keluhnya.

Di sisi lain, untuk mengatasi keadaan darurat ini, Polda Sumut turun tangan untuk membantu warga yang terjebak banjir. Petugas kepolisian mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang kesulitan dan mengakses kawasan yang terendam banjir.

BACA JUGA :  Sayyidul Istighfar, Zikir Penghapus Dosa yang Dianjurkan Dibaca Setiap Pagi dan Petang

Tim SAR Polda Sumut dilaporkan telah melakukan evakuasi warga yang terjebak di wilayah Patumbak dan daerah lainnya yang terdampak parah oleh banjir.

Di daerah-daerah lain yang tidak terkena banjir, proses pencoblosan Pilkada 2024 tetap berlangsung meski dengan sejumlah penyesuaian. Masyarakat tetap antusias untuk memberikan hak pilih mereka, meskipun di beberapa lokasi harus menyesuaikan diri dengan keadaan cuaca yang kurang mendukung.

BACA JUGA :  Pengamat Tagih Janji Komisi II DPR Soal Revisi UU Pemilu

Banjir yang melanda Kota Medan pada hari pencoblosan ini menjadi tantangan besar bagi penyelenggaraan Pilkada 2024. Di tengah situasi darurat ini, diharapkan proses pemungutan suara bisa segera dilanjutkan setelah kondisi kembali aman dan terkendali.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================