Jembatan Penghubung Wanayasa-Pagentan di Banjarnegara Nyaris Ambruk, Akses Jalan Putus Total

Jembatan Penghubung Wanayasa-Pagentan di Banjarnegara Nyaris Ambruk, Akses Jalan Putus Total

BOGORTODAY.COM Jembatan penghubung antara Kecamatan Wanayasa dan Kecamatan Pagentan di Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, nyaris ambruk akibat kerusakan parah. Jembatan yang terletak di atas Sungai Merawu ini kini dalam kondisi kritis, dengan akses jalan putus total.

Keadaan ini menambah kesulitan bagi warga setempat, terutama dalam akses ekonomi dan pendidikan.

Jembatan dengan panjang 20 meter dan lebar 7 meter tersebut mulai menunjukkan kerusakan serius setelah penyangga di sisi utara longsor. Selain itu, bagian tengah jembatan kini renggang hingga 20 sentimeter. Sekretaris Desa Karangtengah, Anton Prasetyo, menjelaskan bahwa kondisi jembatan semakin memburuk setiap kali hujan turun.

“Sebenarnya rusaknya sudah agak lama, tapi masih bisa dilewati. Tetapi sekarang karena intensitas hujan cukup tinggi, kondisinya sudah semakin parah,” ungkap Anton di lokasi kejadian, Jumat (29/11/2024).

Saat ini, jembatan tidak lagi bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua secara aman. Meskipun demikian, beberapa pengendara motor masih nekat melintas, meskipun sudah ada larangan.

BACA JUGA :  92,7% Pengunjung Puas Dengan Penyelenggaraan KaBogorfest 2026

“Sekarang untuk roda 4 benar-benar tidak bisa melintas. Kalau roda 2 sebenarnya sudah kami larang, tetapi beberapa masih nekat lewat sini. Tetapi kalau pas hujan kami benar-benar melarang,” jelas Anton.

Jembatan ini memiliki peranan vital bagi warga sekitar, terutama untuk kegiatan ekonomi dan pendidikan. Bagi warga Desa Karangtengah, jembatan ini merupakan akses tercepat menuju pusat kota Banjarnegara. Jika harus memutar melalui Kecamatan Karangkobar, perjalanan akan lebih jauh hingga empat kali lipat.

“Kalau memutar lebih jauh, ada anak yang sekolahnya di SMK Pagentan, kalau lewat jembatan ini hanya 15 menit, kalau memutar bisa satu jam lebih. Ini juga akses tercepat warga kami untuk ke pusat kota Banjarnegara,” terangnya.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti Nafkah dan Harta Gana-Gini, Pertemuan dengan Anak Jadi Kunci Penyelesaian

Beberapa pelajar yang biasa melintas di jembatan ini, seperti Nawang, mengaku takut namun terpaksa tetap melintasi jembatan tersebut.

“Rasanya takut apalagi kalau hujan. Tetapi kalau memutar jauh, bisa satu jam lebih. Jadi tetap lewat jembatan ini,” kata Nawang.

Anton mengungkapkan bahwa kejadian ini sudah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, mengingat status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.

“Kami sudah melapor, dan dari Dinas PUPR juga sudah melihat kondisi jembatan,” tambahnya.

Kerusakan parah pada jembatan ini jelas menambah kesulitan bagi warga yang bergantung pada akses tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjarnegara diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan agar akses warga kembali normal dan dapat menghindari kecelakaan yang lebih parah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================