Konflik Israel dan Hizbullah Memanas, Gencatan Senjata Tertunda di Lebanon

Konflik Israel dan Hizbullah Memanas, Gencatan Senjata Tertunda di Lebanon

BOGORTODAY.COM – Meski gencatan senjata telah disepakati, ketegangan antara milisi Hizbullah di Lebanon dan pasukan Israel kembali meningkat. Pada Senin (2/12/2024), serangan udara Israel melanda dua kota di Lebanon selatan, yakni Talousa dan Haris, yang menyebabkan sembilan orang tewas dan tiga lainnya terluka, menurut laporan Reuters.

Serangan Israel ini juga mencakup tembakan artileri ke arah kota Beit Lif di distrik Bint Jbeil, serta peluncuran senapan mesin berat yang menargetkan Yaroun.

Israel mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan puluhan target yang dianggap sebagai posisi militer Hizbullah di wilayah Lebanon.

Serangan tersebut semakin memperburuk situasi yang sudah memanas di kawasan ini. Sebelumnya, pada hari Minggu (1/12/2024), serangan Israel terhadap Lebanon selatan menyebabkan dua korban tewas, sehingga total korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon mencapai 11 orang.

BACA JUGA :  Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Liver, Benarkah Penderita Harus Banyak Minum yang Manis?

Menanggapi serangan ini, Hizbullah, kelompok milisi yang berafiliasi dengan Iran, meluncurkan serangan balasan dengan rudal yang menargetkan posisi militer Israel di Shebaa Farm, wilayah yang diperebutkan antara Israel dan Lebanon.

Hizbullah menyebut serangan balasan ini sebagai “peringatan defensif,” menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam terhadap serangan Israel yang semakin intensif.

Serangan-serangan ini terjadi meski sebelumnya kedua pihak sepakat untuk gencatan senjata. Gencatan senjata yang disepakati tidak hanya melarang Israel untuk melancarkan serangan ke wilayah Lebanon, tetapi juga mengharuskan Lebanon untuk mencegah kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah, melakukan serangan ke Israel.

Namun, sejak kesepakatan tersebut, tercatat sedikitnya 54 pelanggaran yang dilakukan oleh Israel, terutama terkait serangan udara dan tembakan artileri.

Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menanggapi dengan tegas situasi ini dan mendesak komite yang bertanggung jawab memantau gencatan senjata untuk segera memastikan bahwa Israel menghentikan pelanggaran yang semakin meruncingkan ketegangan di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Waspada! Gejala Kolesterol Tinggi Bisa Terlihat dari Mata

Baku tembak antara Israel dan Hizbullah ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang baru disepakati kurang dari sepekan lalu.

Situasi ini menambah ketidakpastian bagi masa depan perdamaian di kawasan tersebut, di mana kekerasan yang terus berlanjut hanya akan memperburuk kondisi kemanusiaan dan politik.

Komunitas internasional kini semakin menyoroti pentingnya penegakan gencatan senjata yang lebih kokoh untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Meski demikian, dengan adanya pelanggaran yang terus terjadi, tantangan besar masih dihadapi untuk menciptakan stabilitas yang berkelanjutan di wilayah yang sudah lama dilanda ketegangan ini.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================