BOGORTODAY.COM – Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami letusan dahsyat pada sore hari ini, Rabu (4/12/2024), pukul 17.14 WIT.
Menurut laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 3.500 meter (3,5 km) di atas puncak gunung, atau sekitar 4.587 meter di atas permukaan laut.
Erupsi ini menghasilkan kolom abu yang terlihat berwarna putih, kelabu hingga hitam, dengan intensitas yang cukup tebal. Arah sebaran abu vulkanik terpantau mengarah ke timur laut, dan hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Kolom abu yang tinggi ini mengindikasikan kekuatan letusan yang cukup besar, yang dapat berdampak pada kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Dukono.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Bambang Sugiono, melalui keterangannya meminta agar masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono, serta wisatawan atau pengunjung, tidak melakukan aktivitas di dekat kawasan gunung, terutama di area Kawah Malupang Warirang yang terletak dalam radius 3 km dari puncak gunung.
PVMBG juga mengingatkan bahwa letusan dengan abu vulkanik dapat terjadi secara periodik dan arah serta sebaran abu akan bergantung pada kecepatan dan arah angin. Oleh karena itu, kawasan yang terdampak abu vulkanik bisa berubah-ubah, dan masyarakat disarankan untuk tetap waspada.
Sebagai langkah pencegahan, Bambang Sugiono merekomendasikan agar warga sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut untuk digunakan apabila dibutuhkan.
Masker ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.
PVMBG dan pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Dukono. Masyarakat diminta untuk mengikuti informasi terbaru dan tetap memperhatikan arahan dari petugas terkait potensi bahaya lebih lanjut.
Letusan Gunung Dukono pada Rabu sore ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi letusan gunung berapi.
Masyarakat di sekitar gunung diminta untuk tetap waspada, menghindari kawasan rawan, dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang guna mengurangi risiko akibat letusan ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















