
Angka ini diperkirakan akan semakin meningkat pada bulan Januari hingga Maret, saat musim angin monsun barat mencapai puncaknya.
Pada periode tersebut, volume sampah laut yang datang bisa mencapai dua kali lipat, atau sekitar 40 ton per hari. Sampah yang terbawa gelombang terutama terdiri dari ranting dan batang pohon berukuran besar.
Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut DLHK Badung, Made Gede Dwipayana, menjelaskan bahwa Pantai Kuta dan daerah sekitarnya memang menjadi tempat pendaratan sampah laut terbesar pada akhir dan awal tahun.
“Sudah hampir sepekan sejak Kamis lalu kami terima kiriman sampah. Biasanya, volume sampah melonjak itu puncaknya di Januari, dan situasi mulai normal pada bulan April,” kata Dwipayana.
Dinas terkait telah menyiagakan alat berat dan ratusan petugas kebersihan untuk menangani sampah laut ini secara cepat dan efektif.
Penanganan yang cepat sangat dibutuhkan agar sampah tidak mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bali, mengingat Kuta merupakan salah satu tujuan wisata utama yang selalu ramai sepanjang tahun.
Dengan jumlah sampah yang terus meningkat, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan untuk menjaga kebersihan pesisir pantai Bali agar tetap indah dan nyaman untuk dikunjungi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















