
BOGORTODAY.COM – Pertandingan pembuka Grup B Piala AFF 2024 antara Timnas Indonesia dan Myanmar menuai perhatian luas dari netizen. Laga ini disebut-sebut mirip dengan pertandingan “ASEAN Tarkam Cup” oleh sejumlah penggemar sepakbola karena kualitas permainan dan sportivitas yang dinilai rendah.
Sejumlah netizen mengkritik permainan di babak pertama yang dinilai tidak terstruktur. Banyak umpan yang tidak akurat dan keputusan kurang tepat dari pemain Indonesia membuat pertandingan tampak jauh dari harapan.
Beberapa komentar mengungkapkan rasa kecewa karena pertandingan tersebut tidak sebanding dengan kualitas permainan di level yang lebih tinggi, seperti kualifikasi Piala Dunia.
“Udah terbiasa orientasinya main di level Asia, nonton lawan raksasa Asia, lihat kualitas kualifikasi Piala Dunia, giliran nonton AFF bener-bener kayak dibanting. Permainannya, sportivitasnya, keadilan wasitnya, tarkam bener,” ujar akun @idextratime.
Taktik permainan Myanmar juga menuai kecaman, khususnya terkait dengan permainan kasar yang dinilai berisiko bagi keselamatan pemain Indonesia.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika pemain Myanmar menendang bola ke arah kepala Marselino Ferdinan yang sedang terjatuh. Insiden ini membuat beberapa netizen merasa bahwa wasit seharusnya memberikan kartu merah, bukan hanya kartu kuning.
“Pas momen Marselino dilanggar, bola ditendang ke kepalanya sama pemain nomor 2 Myanmar, seharusnya itu red card, tapi wasit malah cuman kasih kartu kuning,” komentar @IlookatKyungsoo.
Netizen memberikan berbagai pandangan terkait perbedaan kualitas antara pertandingan internasional di level senior dan turnamen seperti Piala AFF.
Beberapa pengguna mengingatkan agar tidak terlalu berharap tinggi, mengingat para pemain muda Timnas Indonesia yang masih dalam tahap pengembangan.
“Ekpektasi terlalu tinggi, membandingkan senior dan junior ini jauh. Mereka juga belum lama latihan, beda sama senior yang tiap bulan main bareng, skill juga jauh di atas. Jadi turunkan ekpektasi dan nikmati saja turnamen tarkam ASEAN ini,” kata @browan79.
Tidak sedikit yang menyoroti bahwa kualitas sepakbola di kawasan ASEAN masih jauh dari level dunia. Beberapa netizen menilai bahwa permainan sepakbola di kawasan ini bahkan lebih mirip dengan pertarungan UFC ketimbang pertandingan sepakbola profesional.
“Sepakbola ASEAN masih jauh memang bisa sampai level dunia. Main bolanya udah kaya UFC. Udah bener King Indo gak nurunin tim utama, pemain risiko cedera malah gak jadi lolos Piala Dunia,” komentar @anakesemde.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa meskipun Piala AFF menjadi ajang bergengsi bagi negara-negara ASEAN, perbedaan kualitas antara tim-tim peserta masih terlihat cukup mencolok. Harapan para penggemar tentu agar kualitas permainan dan sportivitas bisa lebih baik di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















