
Salah satu kelompok yang terdampak parah adalah para pelajar SMK Pagentan yang tinggal di Kecamatan Wanayasa. Biasanya, perjalanan menuju sekolah hanya memakan waktu 20 menit, namun kini mereka harus menempuh perjalanan hingga 1 jam karena harus memutar jauh.
“Bagi pelajar SMK Pagentan, ini sangat sulit. Jembatan ini adalah akses terdekat untuk mereka. Kalau jembatan ini putus total, mereka harus memutar jauh sekali,” tambah Anton.
Anton juga menjelaskan bahwa kondisi jembatan sudah mulai rusak sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam satu bulan terakhir.
Namun, sebelumnya, jembatan masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Dengan putusnya jembatan, akses yang biasanya sangat penting bagi warga kini terhalang total.
Pihak terkait di Kabupaten Banjarnegara kini berupaya mencari solusi untuk memperbaiki jembatan yang rusak dan putus agar mobilitas warga, termasuk pelajar, bisa kembali lancar.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















