
BOGORTODAY.COM – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Rabu (11/12/2024) malam mengakibatkan bencana banjir bandang di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang.
Jebolnya tanggul Kali Tunggu sepanjang sekitar 20 meter membuat air sungai mengalir deras menerjang pemukiman warga, khususnya di Perumahan Dahlia RT 8 RW 9.
Ketinggian air di kawasan perumahan mencapai sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa. Air bah yang membawa lumpur dan sampah menenggelamkan sejumlah rumah warga. Perabotan rumah tangga seperti kasur, sofa, dan lemari tak luput dari terjangan air.
Yuni (50), salah seorang warga yang rumahnya terendam, menceritakan kepanikan saat banjir tiba. “Banjirnya tiba-tiba setelah salat Magrib. Air langsung masuk ke rumah dengan cepat. Saya dan keluarga hanya sempat menyelamatkan barang-barang berharga,” ujarnya.
Kejadian ini membuat warga trauma. Pasalnya, banjir serupa pernah terjadi tahun lalu, namun tidak separah kali ini.
“Tahun kemarin banjir, tapi tidak sampai setinggi ini. Kali ini karena tanggul jebol, airnya langsung masuk ke rumah seperti banjir bandang,” tambah Yuni.
Tidak hanya itu, pemadaman listrik yang terjadi sekitar pukul 20.59 WIB semakin menambah kesulitan warga dalam menghadapi bencana ini. Kegelapan malam membuat evakuasi dan pembersihan menjadi lebih sulit.
Menanggapi kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang langsung menerjunkan tim ke lokasi. Beberapa unit pompa penyedot air berkapasitas besar telah dikerahkan untuk mempercepat proses penyedotan air.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, mengatakan bahwa sekitar 44 kepala keluarga (KK) atau sekitar 152 jiwa terdampak banjir ini.
“Kami telah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.
Sebagai upaya jangka pendek, BPBD telah membuat tanggul darurat menggunakan bronjong dan karung pasir untuk mencegah meluasnya banjir.
Namun, untuk mengatasi masalah banjir secara permanen, diperlukan solusi jangka panjang seperti perbaikan tanggul dan pengelolaan tata ruang yang lebih baik.
Banjir bandang di Meteseh menjadi sorotan publik. Warga mempertanyakan mengapa kejadian serupa terus berulang dan menuntut pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata.
Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang komprehensif untuk mengatasi masalah banjir di wilayah mereka.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















