
Wiku Birawa menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya mengantisipasi kemungkinan kondisi banjir yang lebih lama dengan menyiapkan anggaran tambahan untuk kebutuhan darurat. Anggaran tersebut sudah diajukan kepada Bupati Jombang.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Avur Watudakon, yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi dalam durasi panjang.
BPBD Jombang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BBWS Brantas, Perum Jasa Tirta, dan Dinas PU SDA Jatim, untuk mengatasi banjir yang kian meluas.
Upaya tersebut termasuk penyedotan air ke Sungai Brantas oleh Jasa Tirta dan penurunan alat berat dari Dinas PU Pengairan Jatim untuk membantu pengeringan kawasan yang tergenang.
“Informasi dari BMKG menyebutkan potensi hujan akan terus berlangsung hingga Januari 2025. Karena itu, kami terus berupaya agar banjir segera surut dan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas dengan normal,” ujar Wiku.
Para warga berharap cuaca dapat segera membaik, sehingga banjir dapat segera surut dan mereka bisa kembali ke rumah dengan aman.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















