
Pantai Sindangkerta yang memiliki batu karang dan tebing curam menambah risiko bagi pengunjung, terutama anak-anak. Korban diduga melompat dengan posisi kepala lebih dahulu, menghantam karang yang terendam di bawah permukaan air.
“Kepala korban menghujam ke air, namun ternyata dangkal dan ada karang. Kemungkinan kepala korban terbentur karang, ditambah lagi tidak ada yang segera menolong, akhirnya korban tenggelam,” jelas Supian.
Beberapa menit setelah kejadian, korban ditemukan dalam posisi tengkurap di permukaan air. Meski korban segera dievakuasi ke layanan kesehatan setempat, sayangnya nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berwisata ke pantai, terutama di Pantai Sindangkerta. Selain kondisi pantai yang berbatu karang, kawasan tersebut juga sedang diterpa angin barat yang kencang, meningkatkan risiko bagi pengunjung yang tidak berhati-hati.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi anak-anak mereka, terutama di tempat-tempat wisata dengan kondisi alam yang berpotensi membahayakan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















