

Selain tanah gerak, intensitas hujan yang tinggi juga menyebabkan tanah longsor di Dusun Sukbermadu, Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu. Tanah longsor yang terjadi menutup total jalan kampung, menyebabkan 9 rumah warga di RT 17, RW 7 terisolasi.
Kepala Desa Pucanganak, Hadi Sumanto, mengungkapkan bahwa kendaraan tidak bisa keluar masuk karena tertutupnya akses jalan.
“Akibatnya ada 9 rumah warga yang terisolasi. Kendaraan tidak bisa keluar masuk,” ujarnya.
Warga yang tinggal di rumah-rumah tersebut mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial karena tertutupnya jalan utama. Meskipun ada akses alternatif, kondisi jalan yang licin dan berbahaya membuatnya sulit untuk dilalui, terutama ketika hujan deras.
“Sementara warga keluar masuk lewat pekarangan,” kata Hadi.
Hadi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Trenggalek untuk meminta bantuan alat berat guna membersihkan material longsor yang menutupi jalan. “Kami masih menunggu kepastian alat berat akan didatangkan. Kami berharap secepatnya, kasihan warga,” tambahnya.
Bencana alam yang terjadi di Trenggalek ini menambah catatan panjang dampak cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Pihak BPBD Trenggalek terus berupaya untuk membantu warga yang terdampak dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk penanganan yang lebih efektif. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















