
Rumah korban memang agak jauh dari sekolah, dan rel kereta api tersebut menjadi jalur yang harus dilalui untuk pulang.
Sri Wiyanti, Guru BK SMPN 5 Banjar, juga membenarkan bahwa Irfan merupakan siswa di sekolahnya. “Korban tadi mengikuti upacara di sekolah, kemudian bagi siswa yang tidak mengikuti ujian susulan diperbolehkan pulang setelah upacara,” kata Sri.
Ia juga menambahkan bahwa Irfan biasanya tidak pulang melalui jalur tersebut, tetapi kali ini ia memilih berjalan kaki.
Keluarga dan pihak sekolah sangat terkejut dengan kejadian ini, karena Irfan dikenal sebagai siswa yang baik-baik saja.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pelajar dan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melewati jalur rel kereta api. Pihak berwenang juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















