Gunung Ile Lewotolok Alami Peningkatan Aktivitas Kegempaan, Warga Diminta Waspada

Selain itu, Wafid juga meminta masyarakat Desa Amakaka untuk tidak memasuki wilayah sektoral Barat sejauh 2,5 kilometer dan tetap mewaspadai potensi bahaya yang sama.

Untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik, masyarakat diminta untuk menggunakan masker atau pelindung pernapasan lainnya.

Sejak 1 Desember 2024, Gunung Ile Lewotolok telah menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik, seperti asap kawah yang teramati dengan intensitas yang bervariasi.

Pada 1-15 Desember, asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 300 meter dari puncak. Pada 16 Desember, intensitas asap menurun menjadi 10 meter, namun pada 17 Desember 2024 kembali teramati asap kawah setinggi 20 meter.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Selain itu, selama periode 1-17 Desember 2024, sejumlah 278 kali gempa hembusan, 2 kali gempa hybrid, 3 kali gempa vulkanik dangkal, 39 kali gempa vulkanik dalam, dan beberapa gempa tektonik telah tercatat. Pada 17 Desember, terjadi 20 kali gempa vulkanik dalam antara pukul 12.00-18.00 Wita.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Peningkatan kegempaan ini menunjukkan bahwa potensi erupsi atau aktivitas vulkanik yang lebih besar bisa terjadi, sehingga kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah dan Badan Geologi akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ile Lewotolok untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan tepat waktu kepada masyarakat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================