
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan, telah menyalurkan berbagai bantuan logistik berupa mie instan, air mineral, biskuit, beras, serta kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat yang terdampak.
Lebih lanjut, Aam menyebutkan bahwa relokasi bagi 93 KK dari Desa Eretan Kulon yang rumahnya rusak parah sedang diproses.
Lokasi relokasi tersebut berada di Desa Kertawinangun, yang saat ini sedang dalam tahap pengurugan untuk mempersiapkan hunian yang aman bagi warga yang terdampak.
Status Siaga Darurat Bencana
Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menetapkan status siaga darurat bencana untuk menghadapi bencana hidrometeorologi ini, yang berlaku dari 25 November hingga 31 Mei 2025. Mengingat cuaca yang terus berubah, BPBD Kabupaten Indramayu terus bekerja sama dengan aparat terkait untuk mendata dan menangani dampak bencana ini dengan sebaik-baiknya.
Pada Selasa (17/12/2024), air sempat mulai surut pada sore hari, namun pasang air laut kembali terjadi pada pagi hari Rabu (18/12/2024).
BPBD Kabupaten Indramayu tetap memantau perkembangan situasi dan siaga untuk melaksanakan penanganan lebih lanjut, agar pemulihan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dari bencana ini.
Banjir rob yang melanda kawasan ini menjadi peringatan bagi pentingnya mitigasi bencana terkait perubahan iklim dan dampak hidrometeorologi, yang semakin sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau Whatsapp Channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















