
Bahkan, catatan tandang mereka semakin memprihatinkan, dengan tujuh kekalahan dan hanya satu hasil imbang. Kali terakhir ada tim yang memiliki catatan tandang seburuk ini adalah Chelsea pada 25 Mei 2023.
Hasil buruk ini membuat posisi Manchester City di klasemen Liga Inggris semakin terancam. Mereka kini berada di peringkat ketujuh dengan 26 poin dari 17 laga, selisih empat poin dari empat besar dan tertinggal sembilan poin dari Liverpool yang memuncaki klasemen. Kemenangan seakan menjadi kebutuhan mendesak bagi City agar bisa kembali bersaing di papan atas.
Pep Guardiola, manajer Manchester City, menyadari betul kesulitan yang dihadapi timnya. Saat ditanya tentang kapan City akan bangkit, Guardiola menjawab dengan tegas namun penuh ketidakpastian, “Ya, bisa ya, bisa tidak. Ini semua tergantung kami. Solusinya membawa para pemain kembali. Kami hanya punya satu bek tengah yang fit, itu sulit sekali. Kami coba lagi di laga berikutnya – itu jadi kesempatan lain untuk kami dan fokus penuh ke sana.”
Dengan tim yang terus dilanda cedera dan hasil yang tidak konsisten, Guardiola berharap dapat menemukan solusi agar timnya kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Kekalahan 1-2 di Villa Park membuat periode buruk Manchester City semakin memburuk. Kekalahan ini menjadi refleksi dari masalah mendalam yang dialami oleh tim, baik di lini belakang maupun dalam hal konsistensi permainan.
Tanpa solusi yang jelas dan perubahan signifikan, perjalanan City untuk kembali ke jalur kemenangan di Liga Inggris masih akan menjadi tantangan besar di sisa musim ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















