Metode Diet GLP-1 yang Viral di 2024 dan Prediksi Tren Diet 2025

GLP-1 (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Tahun 2024 menjadi tahun yang penuh dengan eksperimen diet yang viral di media sosial, diikuti oleh banyak orang dengan tujuan menurunkan berat badan secara cepat.

Beberapa metode diet yang sempat menjadi tren dan mendapatkan perhatian publik antara lain diet mentimun ala pria Jepang, metode 90-30-50 yang dikenalkan oleh ahli diet dari Amerika Serikat, diet 30-30-30, serta diet Tiongkok.

Beberapa metode ini mendapat pujian karena dianggap efektif menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Namun, dengan berakhirnya tahun 2024, pertanyaan yang muncul adalah metode diet mana yang akan terus diminati di tahun 2025? Menurut spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr. Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS, ada dua metode diet yang diprediksi akan terus viral di tahun depan.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Diet GLP-1: Terinspirasi dari Obat Diabetes

Salah satu metode diet yang diprediksi akan menjadi tren di tahun 2025 adalah diet GLP-1. Diet ini terinspirasi oleh penggunaan obat diabetes, Ozempic, yang mengandung hormon GLP-1 (Glucagon-Like Peptide 1).

Hormon ini berperan penting dalam memberi sinyal kenyang ke otak, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.

Dalam diet GLP-1, menu makan yang dipilih berfokus pada makanan-makanan yang dapat memberikan efek serupa dengan Ozempic. Makanan yang tinggi protein dan serat menjadi pilihan utama dalam diet ini.

BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

Dr. Oki menjelaskan bahwa diet ini muncul karena tidak semua orang memiliki akses terhadap obat-obatan GLP-1, dan tidak semua orang membutuhkan obat tersebut. Sehingga, mereka yang ingin menjalani diet ini bisa memilih makanan yang mendukung proses penurunan berat badan secara alami.

Diet Rendah Gula: Potensi Menjadi Tren 2025

Selain diet GLP-1, dr. Oki juga menyebutkan kemungkinan diet rendah gula akan menjadi populer pada 2025, terutama jika kebijakan mengenai label gula pada makanan dan minuman semakin diperkenalkan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================