
“Tolong perhatiannya untuk proyek Elevated Solo, ini dampaknya karena tidak memperhitungkan elevasi air dan selokan jadinya seperti ini. Belum pernah terjadi di kampung kami (banjir) setinggi ini,” ujar Tomi.
Tomi juga menuntut perhatian serius dari pemerintah, baik dari tingkat daerah maupun pusat, terkait masalah ini. Ia mengungkapkan bahwa kampung mereka sudah beberapa kali dilanda banjir serupa, dan kini intensitasnya semakin meningkat.
“Ini sudah beberapa kali banjir seperti ini, saya minta perhatian dari pihak proyek, PUPR, pemerintah kota dan pusat. Ini proyek mau mematikan rakyat atau menyejahterakan rakyat, tolong,” tegasnya.
Warga yang terkena dampak banjir berharap agar keluhan mereka didengar dan ditanggapi dengan serius. Beberapa warga telah mengadukan masalah ini ke pihak proyek, namun hingga kini belum ada penanganan yang signifikan.
“Kami sudah beberapa kali mengadu ke proyek tidak ada penanganan sama sekali, tolong perhatikan,” pungkas Tomi.
Dengan banjir yang semakin parah dan meluas, masyarakat Kampung Sambirejo mendesak agar pemerintah dan pihak proyek segera melakukan evaluasi terhadap infrastruktur drainase dan perencanaan proyek untuk mengurangi dampak banjir yang merugikan warga.
Bagi mereka, perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat menjadi hal yang sangat mendesak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















