Longsor Besar di Bukit Garu Sukabumi Timpa Lahan Persawahan dan Ancaman Bagi Pemukiman Warga

Material longsor yang sebagian besar berupa tanah pasir hitam membuat dampak semakin parah. Wilayah ini memang telah dipetakan sebagai daerah rawan bencana oleh petugas, namun aktivitas warga di lereng bukit terus berlangsung, yang meningkatkan potensi risiko bencana.

“Selain sawah yang tertimbun, longsor ini juga menciptakan ancaman serius bagi pemukiman di sekitar kaki bukit. Warga dari beberapa kampung yang berada di zona rawan kini mengungsi untuk menghindari potensi longsor susulan,” jelas Rida.

Tim gabungan dari petugas penanggulangan bencana, perangkat desa, dan instansi terkait kini masih melakukan penghitungan kerugian serta kajian lebih lanjut terkait dampak bencana ini, terutama dari sektor pertanian. Banyak sawah yang baru saja ditanami, sehingga kerugian material diperkirakan cukup besar.

BACA JUGA :  Gejala Stroke Tersembunyi pada Usia Muda: Pakar Ungkap Tanda yang Sering Diabaikan

Rida juga menjelaskan bahwa Bukit Garu memiliki sejarah panjang sebagai area rawan longsor. Menurut warga setempat dan sesepuh, kawasan ini memang sejak lama menunjukkan potensi bencana, namun kesadaran masyarakat terhadap risiko tersebut masih rendah.

“Karena ada pemukiman dan aktivitas warga, kerentanan tanah di kawasan itu semakin meningkat. Kami berkomitmen untuk segera mengambil langkah mitigasi, seperti relokasi warga dari zona rawan dan penanganan lebih lanjut terhadap kawasan yang berpotensi longsor,” tambah Rida.

BACA JUGA :  Ghana Taklukkan Panama, Persaingan Grup L Piala Dunia 2026 Kian Memanas

Pihak berwenang akan terus melakukan pemantauan dan mengupayakan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan.

Warga yang terdampak telah diberikan bantuan darurat dan dipindahkan ke tempat aman untuk memastikan keselamatan mereka.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================