
“Rata-rata pasien datang dalam kondisi syok dengan tensi rendah dan tubuh yang sangat lemah. Satu pasien atas nama Pak Emo memerlukan penanganan khusus karena kondisinya lebih parah dibanding yang lain,” kata Raditya.
Saat ini, enam pasien telah stabil, namun satu orang masih dalam observasi intensif. Raditya mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam mengonsumsi jamur liar, terutama di musim hujan ketika jamur liar tumbuh subur di alam.
Ia juga mengimbau agar puskesmas, Koramil, dan aparat setempat turut berperan dalam menyosialisasikan bahaya konsumsi jamur liar yang tidak diketahui jenisnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi jamur yang tidak dikenal. Jika tidak yakin aman untuk dikonsumsi, sebaiknya hindari. Musim hujan ini banyak jamur liar tumbuh, tetapi tidak semua bisa dimakan,” tegasnya.
Kasus keracunan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan, terutama yang berasal dari alam, guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














