BOGORTODAY.COM – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 4,1 mengguncang Pulau Doi, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Senin (30/12/2024) pukul 07.43 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal yang terjadi pada kedalaman 2 kilometer.
Menurut hasil analisis BMKG, pusat gempa berada di laut, tepatnya 50 kilometer timur laut Pulau Doi, dengan koordinat 2.50 Lintang Utara (LU) dan 128.18 Bujur Timur (BT). Berdasarkan laporan BMKG, gempa ini dirasakan dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) III di wilayah Morotai.
“Gempa (UPDATE) Mag:4.1, 30-Des-24 07:43:10 WIB, Lok: 2.50 LU, 128.18 BT (Pusat gempa berada di laut 50 km timurlaut Pulau Doi), Kedlmn: 2 Km Dirasakan (MMI) III Morotai,” demikian pernyataan BMKG yang diposting melalui akun media sosial @infoBMKG.
Hingga saat ini, BMKG belum memberikan informasi terkait dampak dari gempa yang terjadi, baik dalam bentuk kerusakan maupun korban jiwa.
BMKG menyatakan bahwa informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan, dan hasil analisis data dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang lebih akurat.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG, mengingat gempa ini baru saja terjadi.
Meskipun gempa ini terjadi di laut dengan kedalaman dangkal, BMKG tetap menghimbau agar masyarakat di sekitar wilayah Morotai dan Halmahera Utara tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Meski intensitasnya tergolong kecil, masyarakat di wilayah pesisir terutama perlu memperhatikan informasi lebih lanjut yang akan disampaikan oleh BMKG dan otoritas terkait.
Penting untuk selalu memperhatikan perkembangan terbaru dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang, baik untuk evakuasi atau langkah-langkah keselamatan lainnya jika diperlukan.
Indonesia berada di kawasan yang rawan gempa, terutama karena terletak di Cincin Api Pasifik, yang merupakan zona pertemuan beberapa lempeng tektonik.
Oleh karena itu, masyarakat di wilayah rawan gempa, seperti Maluku Utara, diharapkan selalu siaga terhadap ancaman bencana alam dan terus mengikuti arahan dari BMKG serta pihak terkait.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















