
BOGORTODAY.COM – Sebuah insiden tragis terjadi di Pasar Semanggi Mojo, Pasar Kliwon, Kota Solo, Senin (30/12/2024), ketika sebuah kios atau toko besi ambruk, menimpa delapan orang yang sedang berada di lokasi. Satu orang tewas dalam kejadian tersebut, sementara tujuh lainnya mengalami luka-luka.
Korban yang meninggal dunia teridentifikasi bernama Muji Pramono Mulyono, seorang pria berusia 65 tahun. Lurah Mojo, Siswoko Santos, mengatakan bahwa korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi Solo, namun nyawanya tidak tertolong.
“Saat ditemukan tidak bergerak, paling parah. Mengalami luka di punggung dan dada kehantam balok. Iya ini tadi meninggal dunia di RS Moewardi,” ujar Siswoko saat dihubungi detikJateng.
Siswoko menambahkan bahwa Muji merupakan seorang pekerja bangunan yang sedang melakukan pekerjaan renovasi di lokasi saat bangunan ambruk. “Itu pekerja bangunan (yang meninggal dunia). Yang di sana benar-benar paling parah, orang Mojosongo,” tambahnya.
Kepala BPBD Kota Solo, Nico Agus Putranto, menyampaikan bahwa total ada delapan korban yang tertimpa bangunan ambruk tersebut, yang terdiri dari tujuh pekerja bangunan dan satu pemilik rumah, Abdul Latif.
Dari tujuh pekerja, lima di antaranya mengalami luka ringan dan dibawa ke Rumah Sakit Bung Karno. Sementara dua korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Moewardi, di mana satu orang mengalami luka berat dan satu lainnya meninggal dunia.
“Ya pada saat ambruk rumah dalam kondisi renovasi. Kalau melihat bangunan yang ambruk bangunan kurang kokoh,” kata Nico.
Berdasarkan penyelidikan sementara, diduga bangunan tersebut ambruk karena tidak kokohnya struktur bangunan, terutama setelah beban material berat, seperti keramik dan pasir, dipindahkan ke lantai dua.
“Sehingga menyebabkan beban yang berlebih, dan bangunan itu roboh separuh dan akhirnya semua ikut roboh,” lanjut Nico.
Menurut saksi mata, Darmadi (61), kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika bangunan ambruk, delapan orang pekerja berada di dalam ruangan.
“Ambruknya bebannya dari selatan, beban di selatan itu ada pasir, keramik, dan materialnya. Di dalam ada delapan orang, tujuh orang di atas semua dan satu di bawah,” jelas Darmadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam melakukan renovasi atau pekerjaan konstruksi.
Para pekerja dan pihak terkait diharapkan lebih memperhatikan struktur bangunan dan potensi bahaya yang bisa terjadi selama pekerjaan berlangsung.
Pihak kepolisian dan BPBD Kota Solo masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti dari ambruknya bangunan tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















