
“Kami sedang bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan dan merumuskan langkah-langkah penanggulangan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.
Selain itu, pihak kepolisian telah menggelar rapat darurat bersama TNI, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta pemerintah daerah.
“Kami sudah rapat bersama beberapa pihak, termasuk TNI, TNBBS, BKSDA, dan pemerintah daerah. Langkah mitigasi sedang dirumuskan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah, memang menjadi masalah yang cukup serius di beberapa daerah di Lampung.
Satwa liar yang kehilangan habitat akibat konversi lahan seringkali memasuki pemukiman warga untuk mencari makan, yang berujung pada kerusakan harta benda bahkan korban jiwa.
Pihak berwenang berharap upaya mitigasi dan kolaborasi antar instansi ini dapat mengurangi frekuensi kejadian serupa di masa depan, serta menjaga keseimbangan antara keberadaan satwa liar dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















