
Menurut Supriadi, sebagian besar masalah yang dihadapi sekolah-sekolah tersebut adalah ketidaksesuaian data siswa di Dapodik. Hal ini berdampak pada proses pendaftaran peserta ujian yang tidak dapat dilanjutkan.
“Kami terus mendorong pihak sekolah untuk segera memperbaiki dan melengkapi data yang kurang. Koordinasi intensif juga dilakukan agar tidak ada siswa yang dirugikan,” tambahnya.
Diketahui, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang direncanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) bakal digelar pada tahun 2026 mendatang. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















