BOGORTODAY.COM – Apple telah mengumumkan rencananya untuk melakukan investasi sebesar US$1 miliar (sekitar Rp 16,188 triliun) di Indonesia.
Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik AirTag di Batam, yang merupakan langkah besar dalam upaya perusahaan untuk memperluas operasinya di Asia Tenggara.
Komitmen investasi ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, setelah menerima kunjungan Nick Amman, Vice President of Global Policy Apple, beserta rombongannya di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Pabrik AirTag di Batam
Rosan menyatakan bahwa investasi yang digelontorkan Apple pada tahap pertama ini akan digunakan untuk membangun fasilitas manufaktur di Batam. Pabrik tersebut akan menjadi pusat produksi AirTag, perangkat pelacak barang besutan Apple yang diluncurkan pada 2021.
“Pada intinya mereka berbicara dan berkomitmen penuh untuk pembangunan tahap pertama AirTag senilai US$1 miliar,” ujar Rosan.
Pembangunan pabrik di Batam ini diharapkan akan mempercepat produksi AirTag dan memenuhi kebutuhan pasar global. Menurut Rosan, pembangunan pabrik ini direncanakan akan selesai pada awal tahun 2026, meskipun tidak disebutkan tanggal pasti kapan pembangunan dimulai.
Peningkatan Investasi dengan Kehadiran Vendor
Rosan juga menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia mendukung penuh rencana investasi ini dan berkomitmen untuk menarik vendor-vendor lain yang dapat mendukung ekosistem produksi Apple di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi Apple yang pada tahap awal berjumlah US$1 miliar.
“Kita harapkan kalau vendornya, tadi kita bicarakan, kalau kita lihat dengan Thailand itu kan lebih dari 23 vendor, dengan Vietnam 30 vendor lebih,” kata Rosan, mengacu pada jumlah vendor yang telah hadir di negara-negara ASEAN lain yang juga mendukung investasi Apple.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















