PRO DAN KONTRA LIBUR SEKOLAH SELAMA PUASA RAMADAN

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti mengatakan kementeriannya belum membahas perihal wacana libur sekolah selama bulan Ramadan 2025.

Adanya wacana sekolah diliburkan selama ramadan diungkap oleh Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i.

“Sudah ada wacana,” kata Syafi’i kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 30 Desember 2024. Namun, menurut Syafi’i, wacana ini belum dibahas lebih lanjut di dalam Kementerian Agama.

Setelah viral berita ini, maka suara masyarakat dan nitizen terpecah menjadi dua, yakni ada yang pro dan ada yang kontra. Dimana kedua suara yang pro dan kontra terhadap wacana ini, pastilah punya alasan masing-masing.

Di masa pemerintahan Presiden RI ke-4 yaitu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tepatnya pada Ramadan 1999. Pemerintah pernah memberlakukan libur sekolah selama bulan puasa ramadan.

BACA JUGA :  Raba Pengemudi Ojol di Taman Lansia, Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Bogor Tengah

Selain meliburkan sekolah selama sebulan penuh, Gus Dur juga mengimbau sekolah-sekolah membuat kegiatan pesantren kilat. Tujuannya, agar para siswa dapat lebih fokus untuk belajar agama Islam. Selain itu, sekolah juga meminta siswanya untuk melaporkan kegiatan ibadah selama ramadan, seperti tadarus hingga tarawih.

Terlepas dari suara pro dan kontra libur sekolah selama bulan puasa ramadan, adalah bijaksana jika kita tetap mempertahankan aturan yang sudah ada, hanya dievaluasi dan diperbaiki lagi, agar Proses Belajar Mengajar (PBM) dan pelaksanaan Pesantren Klat (Sanlat) lebih mengena dan berhasil dari tahun-tahun sebelumnya.

Adapun aturan  ramadan selama ini untuk anak sekolah adalah sebagai berikut:

Libur 3 hari di awal puasa ramadan, ini baik dan boleh dipertahankan agar anak terkondisi dengan baik (tidak kaget) saat melaksanakan PBM tapi dalam kondisi menjalankan ibadah puasa ramadan.

BACA JUGA :  Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Indocement Tanam Pohon Endemi Lokal di Citeureup

Pelaksanaan Sanlat agar lebih menarik, menantang, bermanfaat, dan murid dilatih untuk menerapkan ajaran agama Islam  dalam kehidupan sehari-hari selama bulan ramadan. Bukan seperti sekarang sanlat dan tugas selama ramadan, misal minta tanda tangan kepada imam atau khotib shalat terawih,

Akan lebih baik, murid langsung praktik agama, misal murid dilibatkan membantu pendistribusian zakat fitrah, menjadi muadzin di masjid atau musholla, membantu buka puasa bersama DKM masjid, ikut takbiran di masjid, membantu panitia Hari Raya  Idul Fitri, menjadi panitia halal bihalal di lingkungannya.

InsyaAllah dengan sanlat dan PBM diisi seperti di atas akan mendapat berkah, Aamiin. Jayalah Indonesiaku.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================