
“Sudah ada dukungan dari pemerintah pusat, namun yang perlu kita lakukan adalah memastikan bahwa masalah ini benar-benar selesai. Tidak ada lagi warga yang buang air besar di kali,” kata Sastra.
Di sisi lain, meskipun perilaku BAB di kali sudah menjadi kebiasaan atau kultur bagi sebagian masyarakat, Sastra menyadari bahwa hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.
Oleh karena itu, ia menganggap penting untuk memberikan edukasi serta sosialisasi tentang bahaya dari kebiasaan tersebut.
“Edukasi tentang dampak buruk dari BAB sembarangan harus terus dilakukan. Pola hidup seperti itu tidak hanya tidak sehat, tetapi juga merusak lingkungan,” tutupnya.
Dengan upaya yang lebih terkoordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, Sastra berharap agar kebiasaan buruk tersebut bisa diubah, serta pembangunan fasilitas umum yang layak dapat memberikan solusi jangka panjang bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan di Kabupaten Bogor. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















