
Hadi menjelaskan bahwa pencarian masih terus dilakukan. Namun, upaya ini terkendala oleh kondisi medan yang curam dan rawan longsor, ditambah dengan cuaca yang masih hujan.
Ia juga menyebutkan adanya kemungkinan korban lain yang belum dilaporkan, seperti warga yang sedang bersembunyi atau berteduh di tempat lain.
“Ada korban lain yang belum dilaporkan, misal warga yang pada ngeyup (berteduh) di rumahnya Pak Sekdes Kesimpar. Tidak tahunya pas ngeyup di situ, rumahnya terkena longsor. Kena semua seisi rumah,” tambahnya.
Saat ini, tim SAR, petugas setempat, serta warga sekitar terus melakukan pencarian dan upaya evakuasi korban di lokasi yang masih berisiko terjadi longsor lebih lanjut. Proses pencarian juga dilakukan dengan hati-hati karena medan yang rawan dan cuaca yang tidak mendukung.
Pemerintah daerah dan instansi terkait telah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada korban yang selamat dan keluarga yang ditinggalkan.
Bencana tanah longsor ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang rawan bencana alam.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















