
“Produk itu seperti kantong belanja dan sedotan yang mudah terurai menjadi H₂O, CO₂, dan biomassa. Hal ini tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian,” ungkap Tommy.
Menurutnya, program ini tidak akan mengganggu kebutuhan pangan karena menggunakan jenis singkong seperti singkong gajah dan singkong racun yang tidak dikonsumsi langsung.
Ia mengatakan, Desa Cikarawang juga memiliki potensi lahan hingga 100 hektar yang dapat dikembangkan sebagai pusat percontohan teknologi bioplastik.
“Di mana teknologi Indonesia dan hasil dari petani Indonesia bisa mengatasi masalah lingkungan dunia yaitu masalah karbon dan masalah mikro plastik dunia,” jelasnya.
Ketua Kelompok Tani Setia, Ujang menyampaikan manfaat kerja sama dengan Greenhope. Di mana Singkong petani dibeli dengan harga lebih baik dibandingkan pasar.
“Greenhope juga memberikan pelatihan dan bantuan teknologi kepada petani. Jadi, Grenhope bukan hanya membeli produknya tapi mereka juga memperhatikan kami, petani disini juga mendapat pelatihan membuat tepung dan produk dari singkong lainnya,” katanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel















