Kemenperin Tuntut Apple Berinvestasi Besar di Indonesia Setelah Penjualan Mencapai Rp 50 Triliun

Sejauh ini, Apple berencana untuk membangun pabrik di Batam untuk produksi AirTag, aksesoris iPhone, dengan nilai investasi yang tercatat sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,2 triliun. Pabrik tersebut diperkirakan akan memasok sekitar 60% kebutuhan global. Namun, Kemenperin menilai nilai investasi yang sebenarnya jauh lebih kecil.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyebutkan bahwa nilai investasi riil untuk pabrik AirTag di Batam hanya sekitar US$ 200 juta atau Rp 3,24 triliun.

“Berdasarkan assessment teknokratis kami, nilai riil investasi pabrik AirTag Apple di Batam hanya US$ 200 juta. Nilai ini tentu jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai investasi US$ 1 miliar dalam proposal yang disampaikan Apple kepada kami,” ungkap Febri.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Kemenperin menjelaskan bahwa proyeksi nilai ekspor dan biaya pembelian bahan baku yang dimasukkan dalam proposal investasi Apple tidak dapat dihitung sebagai capital expenditure (capex) atau belanja modal. Capex hanya mencakup pembelian lahan, bangunan, dan mesin atau teknologi.

“Jika nilai investasi Apple sebesar US$ 1 miliar itu benar-benar untuk capex, seperti pembelian tanah, bangunan, dan mesin/teknologi, tentu lebih baik lagi. Bayangkan jumlah tenaga kerja yang bisa terserap dengan angka investasi US$ 1 miliar, tentu akan sangat besar sekali,” tutur Febri.

BACA JUGA :  Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Indonesia

Dengan proyeksi investasi yang lebih rendah dari yang diumumkan, pemerintah berharap Apple dapat menyesuaikan investasinya agar sesuai dengan harapan Indonesia, baik dari segi nilai tambah ekonomi maupun peningkatan tenaga kerja di dalam negeri.

Pemerintah Indonesia berharap langkah ini akan mendorong perusahaan-perusahaan teknologi global lainnya untuk tidak hanya memanfaatkan pasar Indonesia, tetapi juga berinvestasi lebih dalam untuk mengembangkan industri dan ekonomi di Indonesia.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================