Ilmuwan Belanda Temukan Gunung Bawah Tanah yang 100 Kali Lebih Tinggi dari Gunung Everest

BOGORTODAY.COM – Ilmuwan dari Belanda baru-baru ini membuat penemuan yang mengejutkan mengenai struktur geologi Bumi yang berada jauh di bawah permukaan.

Dua gunung bawah tanah yang ditemukan diyakini jauh lebih tinggi dari Gunung Everest, bahkan 100 kali lebih tinggi. Temuan ini membuka wawasan baru tentang dinamika interior Bumi yang masih penuh misteri.

Kedua gunung ini terletak sekitar 3.000 kilometer di bawah permukaan Bumi, di antara inti planet dan mantel. Struktur ini ditemukan di area semipadat yang disebut Large Low Shear Velocity Provinces (LLSVP), yang menjadi pusat perhatian para ilmuwan karena sifatnya yang misterius.

Dr. Arwen Deuss, kepala peneliti sekaligus seismolog dari Universitas Utrecht, mengungkapkan bahwa temuan ini memberikan petunjuk baru yang mengubah pemahaman kita tentang lapisan dalam Bumi.

“Belum ada yang tahu pasti apa ini, dan apakah itu hanya fenomena sementara, atau apakah gunung-gunung ini sudah ada selama jutaan atau bahkan miliaran tahun,” kata Dr. Deuss dalam wawancara dengan New York Post, Minggu (26/1/2025).

Temuan yang Mengejutkan

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menjelaskan bahwa kedua gunung bawah tanah ini memiliki ketinggian yang 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest, yang puncaknya mencapai sekitar 8.849 meter di atas permukaan laut.

Dengan kata lain, gunung-gunung bawah tanah ini bisa mencapai ketinggian lebih dari 880.000 meter, jauh melampaui puncak gunung-gunung di permukaan Bumi.

Satu gunung terletak di bawah benua Afrika, sementara yang lainnya ada di bawah Samudra Pasifik. Meskipun berada sangat jauh di dalam Bumi, kedua struktur ini telah diketahui oleh ilmuwan sejak pergantian abad lalu.

BACA JUGA :  Erick Thohir Sambut Positif Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, Diyakini Dongkrak Kualitas Liga

Ini berkat gelombang kejut seismik yang merambat melalui interior Bumi setelah terjadinya gempa besar.

Fenomena ini membuat Bumi berbunyi seperti lonceng, dan gelombang seismik yang terdistorsi ketika melewati objek anomali, seperti gunung bawah tanah atau benua super, memungkinkan ilmuwan untuk memetakan struktur Bumi.

Proses Penemuan melalui Gelombang Seismik

Gelombang seismik yang mengalir melalui Bumi berfungsi seperti sinar-X yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tubuh manusia. Para ilmuwan memanfaatkan data ini untuk menggambarkan kondisi dan struktur di bawah permukaan Bumi.

Dr. Deuss menjelaskan bahwa mereka menemukan gelombang seismik melambat di area tersebut, yang menunjukkan adanya sesuatu yang berbeda di dalam Bumi.

“Meskipun gunung-gunung ini terletak sangat dalam, kami bisa mendeteksinya karena gelombang seismik yang melambat saat melewati area ini,” kata Dr. Deuss.

Gelombang seismik tersebut, yang biasanya bergerak cepat melalui material padat, melambat saat melewati struktur yang lebih panas dan lebih padat, seperti gunung bawah tanah ini.

Ternyata Lebih Tua dari yang Diperkirakan

Penelitian terbaru juga mengungkapkan bahwa gunung-gunung bawah tanah ini mungkin jauh lebih tua daripada yang diperkirakan sebelumnya. Berdasarkan analisis gelombang seismik, ilmuwan memperkirakan usia struktur ini bisa mencapai lebih dari setengah miliar tahun, lebih tua setidaknya 500 juta tahun dari yang diperkirakan.

“Awalnya kami bingung dengan fenomena peredaman gelombang seismik, yang merupakan energi yang hilang saat gelombang merambat melalui Bumi,” kata Sujania Talavera-Soza, rekan Deuss.

BACA JUGA :  BYD Berani Tanggung Kerugian Kecelakaan Saat Fitur Autopilot Aktif, Klaim Jadi yang Pertama di Dunia

“Namun, yang mengejutkan, kami menemukan sedikit peredaman di LLSVP. Sebaliknya, kami menemukan banyak peredaman di kuburan lempeng dingin, yang menyebabkan gelombang terdengar sangat lembut.”

Penemuan ini menantang pemahaman sebelumnya yang menyatakan bahwa mantel Bumi mengalir dengan cepat dan tercampur secara merata.

Sebaliknya, penelitian ini menunjukkan bahwa aliran material di wilayah LLSVP jauh lebih sedikit daripada yang diperkirakan, memberikan gambaran baru tentang dinamika Bumi yang belum sepenuhnya dipahami.

Misteri yang Terus Terungkap

Temuan mengenai gunung bawah tanah ini semakin memperkaya pemahaman kita tentang struktur internal Bumi. Meskipun para ilmuwan telah mendeteksi fenomena ini selama beberapa dekade, masih banyak yang belum diketahui tentang asal-usul dan peran gunung bawah tanah tersebut dalam proses geologi Bumi.

Apakah mereka bagian dari sebuah siklus geologis yang lebih besar? Apakah mereka berkaitan dengan pergeseran lempeng tektonik yang terus terjadi di permukaan?

Dengan temuan ini, ilmuwan berharap dapat lebih memahami bagaimana proses-proses yang terjadi jauh di dalam Bumi mempengaruhi aktivitas geologi di permukaan.

Penelitian lebih lanjut akan diperlukan untuk mengungkap lebih banyak rahasia yang tersimpan di kedalaman planet kita.

Sementara itu, gunung-gunung bawah tanah ini tetap menjadi misteri besar yang menunggu untuk dipecahkan oleh generasi ilmuwan berikutnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================