BOGORTODAY.COM – Pesta minuman keras (miras) yang digelar oleh empat pemuda di Desa Dawarblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, berakhir tragis.
Dua orang tewas, sementara dua lainnya dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Kejadian ini berlangsung di halaman Sekolah Dasar (SD) Jatirowo pada Sabtu (25/1/2025) tengah malam.
Tim Inafis Polres Mojokerto segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan insiden ini.
Di lokasi, polisi menemukan berbagai bukti yang terkait dengan pesta miras tersebut, termasuk delapan sachet minuman berenergi, botol-botol bekas alkohol, serta botol air mineral. Seluruh bukti ini kini tengah diperiksa lebih lanjut untuk mendalami kejadian tersebut.
Korban yang tewas dalam peristiwa ini adalah M Nurudin Akbar dan Fajar Al Farizi, keduanya berusia 21 tahun. Sementara dua teman mereka, M Donghadi (21) dan Diasmoro Sasmito (23), mengalami keracunan dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
M Donghadi dirawat di Rumah Sakit (RS) RA Basuni, sementara Diasmoro berada di Puskesmas Dawarblandong.
Kedua korban yang meninggal dunia telah dimakamkan pada Senin pagi (27/1/2025). Kepala BPD Desa Jatirowo, Purnomo, menyampaikan bahwa kedua korban tewas diduga besar karena keracunan alkohol, dengan kadar alkohol mencapai 75 persen, dicampur dengan minuman suplemen seperti Kuku Bima.
“Menurut keterangan yang kami terima, dua korban meninggal setelah mengonsumsi alkohol yang dicampur dengan suplemen. Hal itu menyebabkan keracunan berat,” kata Purnomo.
Sementara itu, Ipda Slamet Haryono, Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, mengonfirmasi hasil penyelidikan sementara yang menunjukkan bahwa penyebab kematian kedua korban adalah keracunan alkohol.
“Hasil visum menunjukkan bahwa kedua korban meninggal akibat keracunan alkohol, yang kemungkinan besar karena mereka mencampur alkohol dengan air dan minuman suplemen,” ujarnya.
Polisi saat ini masih melanjutkan penyelidikan untuk mencari tahu asal-usul alkohol yang digunakan dalam pesta miras tersebut dan siapa yang pertama kali menginisiasi acara tersebut. Tim Inafis juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap lebih lanjut mengenai kejadian ini.
Pesta miras yang berujung maut ini menyoroti bahaya konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama saat dicampur dengan bahan-bahan yang tidak diketahui kandungannya.
Polisi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman keras dan menghindari perilaku berisiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Pihak berwenang juga terus mengingatkan pentingnya pendidikan mengenai bahaya alkohol, terutama di kalangan anak muda, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















