BOGORTODAY.COM – Saat perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi, warna merah selalu mendominasi berbagai elemen dekorasi, mulai dari lentera, kertas hiasan, hingga pemberian amplop merah (hong bao) berisi uang.
Meskipun bagi banyak orang warna merah mungkin sekadar bagian dari tradisi, ternyata warna ini memiliki makna yang sangat dalam dalam budaya Tiongkok. Lantas, mengapa warna merah begitu identik dengan Imlek?
Simbolisme Warna Merah dalam Budaya Tiongkok
Menurut informasi dari The Little Book of Colour dan National Museum of Asian Art, warna merah dalam budaya Tiongkok tidak hanya sekadar warna yang cerah dan mencolok, tetapi memiliki makna yang sangat kuat dan penting.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa merah menjadi warna yang dominan selama Imlek:
- Simbol Keberuntungan dan Kemakmuran
Dalam budaya Tiongkok, warna merah sudah lama dikenal sebagai simbol keberuntungan. Warna ini dihubungkan dengan energi positif, yang diyakini mampu mengundang keberuntungan dan kemakmuran.
Pada perayaan Imlek, masyarakat Tiongkok memanfaatkan warna merah untuk dekorasi rumah dan acara.
Lentera merah, potongan kertas merah, dan kijing yang dihiasi warna merah berfungsi untuk menarik energi baik dan memancarkan kebahagiaan serta kesuksesan pada tahun yang baru.
- Simbolisme Matahari dan Keagungan
Selain makna keberuntungan, merah juga memiliki hubungan erat dengan Matahari, yang dalam budaya Tiongkok dianggap sebagai simbol kehidupan dan kekuatan. Warna merah dikaitkan dengan semangat dan vitalitas hidup.
Sejarah penggunaan porselen merah oleh Dinasti Ming dalam upacara-upacara penting menunjukkan bagaimana warna ini dihargai dalam konteks kekuasaan dan spiritualitas.
Maka, penggunaan merah saat Imlek tak hanya sekadar perayaan, tetapi juga simbol dari semangat yang menyala-nyala menyambut tahun baru.
- Mengundang Kegembiraan dan Kebahagiaan
Merah bukan hanya menjadi simbol keberuntungan, tetapi juga melambangkan kegembiraan dan kebahagiaan. Pada perayaan Imlek, orang-orang Tiongkok dan keturunannya di seluruh dunia menghiasi rumah dan pintu mereka dengan kertas merah bertuliskan harapan baik.
Tidak hanya memperindah rumah, tetapi juga memancarkan energi positif yang diharapkan berlangsung sepanjang tahun.
Warna merah yang cerah memberikan perasaan kegembiraan dan harapan yang menyeluruh bagi setiap orang yang merayakan.
Tradisi-Perayaan Imlek yang Terkait dengan Warna Merah
Selain makna simbolik warna merah, ada berbagai tradisi yang menjadi bagian penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Berikut beberapa tradisi yang kerap kali ditemukan, yang semakin memperkuat hubungan antara Imlek dan warna merah:
- Makan Malam Tahun Baru
Makan malam keluarga pada malam Tahun Baru adalah tradisi yang sangat dihargai dalam budaya Tiongkok. Ini adalah kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, terutama mereka yang jauh dari rumah. Makan malam ini menandai reuni keluarga yang penuh kehangatan dan harapan baik.
- Kembang Api
Kembang api adalah bagian tak terpisahkan dari Imlek. Tepat setelah tengah malam, kembang api diluncurkan sebagai tanda datangnya tahun baru.
Selain untuk merayakan, kembang api juga berfungsi untuk mengusir roh jahat. Konon, orang yang menembakkan kembang api pertama kali akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.
- Shou Sui
Tradisi Shou Sui adalah kebiasaan begadang hingga larut malam bersama keluarga setelah makan malam. Dalam legenda, ada makhluk mitos bernama Nian yang datang pada malam Tahun Baru untuk merusak.
Nian takut dengan warna merah, api, dan suara keras, sehingga orang-orang menyalakan api dan menembakkan kembang api untuk mengusirnya.
- Amplop Merah (Hong Bao)
Salah satu tradisi yang sangat khas selama Imlek adalah pemberian amplop merah berisi uang, yang dikenal dengan hong bao atau angpao.
Amplop merah ini diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak atau orang yang lebih muda. Uang dalam amplop merah dipercaya dapat mengusir roh jahat, menjaga kesehatan, dan memberikan keberuntungan serta umur panjang.
- Pasar Tahun Baru
Selama perayaan Imlek, pasar-pasar musiman akan dipenuhi dengan barang-barang khas Imlek seperti pakaian, lentera, kembang api, makanan, dan dekorasi berwarna merah.
Pasar-pasar ini sangat meriah dan menjadi tempat untuk membeli berbagai kebutuhan serta merayakan kedatangan tahun baru.
- Pembersihan Rumah
Sebelum Imlek, keluarga Tiongkok akan membersihkan rumah mereka secara menyeluruh. Pembersihan ini melambangkan pembuangan barang lama dan menyambut datangnya tahun baru dengan harapan yang baru.
Selain itu, membersihkan rumah juga berarti menyucikan tubuh dan pikiran untuk memulai tahun yang baru.
Warna merah yang identik dengan perayaan Imlek bukan hanya sekadar tradisi visual, tetapi memiliki makna yang sangat dalam dalam budaya Tiongkok. Merah melambangkan keberuntungan, kemakmuran, kegembiraan, dan vitalitas hidup.
Selama perayaan Imlek, penggunaan warna merah dalam berbagai elemen—baik dekorasi maupun tradisi seperti pemberian amplop merah—bertujuan untuk mengundang energi positif, mengusir roh jahat, dan membawa keberuntungan bagi seluruh keluarga.
Dengan segala simbolisme dan tradisi yang mendalam, warna merah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Cina yang penuh makna ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















