Program Sekolah Pranikah Jadi Jurus Pj. Bupati Bogor Turunkan Angka Stunting

“Dengan memanfaatkan berbagai kanal digital, media sosial maupun aplikasi mobile. Sehingga memungkinkan calon pasangan yang akan menikah dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja,” ujar Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri.

Dosen IPB University, Yulina Eva Riany menjelaskan, sekolah pranikah bukan mempersiapkan mereka segera menikah, tapi mematangkan mereka supaya mengambil keputusan yang tepat kapan akan menikah.

Ada 12 materi yang diberikan kepada peserta, diawali dengan bagaimana dari sisi agama, kemudian untuk meyakinkan anak remaja supaya mereka tidak segera melakukan pernikahan di bawah usia 19 tahun.

“Kemudian juga menjelaskan bahaya jika mereka menikah di bawah usia 19 tahun. Selain itu kami juga perkuat kapasitas mereka dengan memberikan informasi tentang pengasuhan, tentang komunikasi, interaksi saat mereka menikah nanti,” jelas Yulina.

BACA JUGA :  Tidur Siang Boleh, Tapi Jangan Berlebihan: Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan

Yulina menambahkan, selanjutnya juga tidak lupa kami membekali remaja-remaja ini dengan penguatan entrepreneurship skills, life skills sehingga mereka dapat memanfaatkan digital media menjadi konten creator. Dengan harapan menjadi remaja yang berdaya, tidak hanya memikirkan ingin segera menikah.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini menambahkan, selain dari faktor sosial ekonomi, kehamilan di luar nikah juga menjadi alasan terjadinya pernikahan dini.

Pengetahuan yang rendah mengenai bahaya perilaku seksual dan paparan pergaulan dari teman sebaya meningkatkan kemungkinan remaja melakukan perilaku seks di luar nikah, dan mengakibatkan kehamilan yang mendorong terjadinya perkawinan anak.

“Oleh karena itu, diperlukan desain program pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda secara matang sebelum mereka memutuskan untuk menikah di usia muda, khususnya bagi anak di Kabupaten Bogor,” kata Sussy.

BACA JUGA :  Body Butter vs Body Lotion: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit?

Sussy menerangkan, melalui sekolah pranikah ini Pemkab Bogor ingin membentuk generasi muda secara matang, sebelum memutuskan menikah di usia dini. Mengurangi angka pernikahan di usia dini, menambah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksual.

“Terbentuknya anak sebagai agen perubahan (agent of change) yang dapat menjadi agen penggerak bagi teman sebayanya untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga,” terang Sussy. ( * / Gistin Iliyyin)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================