
Sebagai langkah antisipasi demi keselamatan siswa, pihak sekolah memutuskan untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga situasi membaik.
“Karena cuaca ekstrem, kami minta izin kepada Dinas Pendidikan melalui Cabang Dinas Pendidikan wilayah 1 untuk sementara kami PJJ-kan,” jelasnya.
Arif juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus memantau kondisi cuaca dan jika hujan lebat masih berlanjut, pihak sekolah akan kembali meminta izin kepada Disdik Provinsi Jawa Tengah untuk melanjutkan PJJ.
Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Andang Fitriadi, mengonfirmasi bahwa selain SMKN 9, SMAN 6 Semarang juga mengalami insiden serupa dengan atap yang ambrol. Namun, kegiatan belajar mengajar di SMAN 6 Semarang tetap berlangsung normal.
“Untuk SMKN 9 Semarang dilakukan pembelajaran secara daring, sedangkan SMAN 6 Semarang sekolah tetap masuk dan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal,” kata Andang.
Pihak sekolah SMKN 9 telah mengajukan permohonan bantuan untuk perbaikan atap yang rusak dan berharap agar kondisi ini segera tertangani agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar kembali.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















