
“Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti dolar AS, yang menyebabkan indeks dolar AS melejit,” ujar Ariston.
Tantangan dari Inflasi dan Kebijakan The Fed
Lebih lanjut, Ariston menambahkan bahwa inflasi yang tinggi di AS turut mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Inflasi yang terus meningkat diperkirakan akan mendorong The Federal Reserve (The Fed) untuk menahan pemangkasan suku bunga acuan, yang pada akhirnya menguntungkan penguatan dolar AS.
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah
Ariston memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp16.250 hingga Rp16.400 per dolar AS. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan ekonomi global serta kondisi domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang Garuda.
Dengan adanya ketidakpastian global yang sedang berlangsung, mata uang rupiah kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh dinamika pasar yang ada, sehingga penting bagi pelaku pasar untuk tetap waspada.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















