
“KRL juga merupakan program penanganan sampah berbasis Rukun Warga (RW) yang terintegrasi, dengan metode Reduce, Reuse, Recycle (3R). Ini luar biasa, kita bisa membuat konsep penanganan sampah di tingkat RW,” ungkap Bachril.
Bachril menyampaikan, atas nama Pemkab Bogor menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas komitmen dan partisipasi aktif warga serta seluruh pihak terkait dalam mewujudkan Kampung Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor.
“Melalui program KRL diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, mampu mencegah (mitigasi) dan mengantisipasi (adaptasi) dampak perubahan iklim lingkungannya,” ujar Bachril.
Bachril menambahkan, ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam mendorong kemandirian bangsa melalui ekonomi hijau, yakni sistem ekonomi yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim mengatakan, di wilayahnya sudah berdiri 16 Kampung Ramah Lingkungan (KRL), dengan 11 di antaranya sudah aktif, sementara 5 lainnya masih dalam proses evaluasi, jika sudah selesai maka akan kita terbitkan SK.
“Dengan modal semangat kita menjalankan program KRL, semoga desa ini semakin menjadi desa yang masyarakatnya semakin mencintai pelestarian lingkungan, serta menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” kata Yusuf. (* / Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















