BOGORTODAY.COM – Kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram di Kampung Rawasari, Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, membuat sekitar 95 persen warga harus kembali ke cara tradisional, memasak menggunakan kayu bakar.
Sudah sebulan terakhir, warga kesulitan mendapatkan gas melon. Selain langka, harga yang melambung tinggi semakin membebani masyarakat. Akibatnya, banyak warga terpaksa beralih ke tungku kayu bakar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Udah satu bulan susah cari tabung gas, jadi sekarang saya pasang tungku untuk memasak dan mencari kayu bakar,” ungkap Emak Ami, salah satu warga.
Menurutnya, keterbatasan gas membuat ia dan keluarganya harus mencari alternatif lain. Saat ini, suaminya rutin mencari kayu bakar ke hutan agar mereka bisa tetap memasak.
“Sehari-hari sekarang masaknya pakai tungku. Kalau kayu bakar, ya suami saya yang cari,” katanya.
Tak hanya sulit didapat, harga LPG subsidi juga dinilai tidak wajar. Beberapa warga mengaku jika pun ada stok, harganya melonjak jauh dari harga eceran tertinggi (HET).
“Mahal banget kalau pun ada. Jadi sekarang lebih baik cari kayu bakar ke hutan,” jelas Emak Ami.
Hal ini dibenarkan Kepala Desa Karyasari, Rias Supriadi. Ia menyebut, dampak kelangkaan gas sangat dirasakan oleh warganya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















