
Hal ini justru mengirimkan sinyal bahwa India tetap berkomitmen terhadap kawasan Indo-Pasifik, sambil tetap menjaga keseimbangan kekuatan menghadapi ancaman dari Cina yang terus mengabaikan klaim negara-negara tetangga.
Seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan Cina, Indonesia telah beberapa kali terlibat dalam perselisihan dengan negara tersebut terkait klaim atas Kepulauan Natuna, yang berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia namun juga diklaim oleh Cina.
Penjualannya sistem rudal BrahMos kepada Indonesia, yang akan memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia, turut berperan dalam upaya negara ini untuk memperkuat angkatan laut dan menghadapi ancaman yang terus berkembang di Laut Cina Selatan.
Mantan diplomat India, Anil Wadhwa, menambahkan bahwa diversifikasi kemitraan pertahanan negara-negara Asia Tenggara dari ketergantungan pada Cina tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi pengaruh Cina.
Penjualan rudal BrahMos ke Filipina pada 2022 dan potensi penjualannya ke Indonesia dilihat sebagai respons terhadap permintaan negara-negara tersebut untuk memperoleh sistem pertahanan yang lebih kuat untuk menghadapi agresi Cina.
Kesepakatan ekspor rudal BrahMos antara Indonesia dan India semakin mendekati finalisasi, dengan dampak yang signifikan terhadap keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai negara dengan kepentingan strategis di Laut Cina Selatan, Indonesia berusaha memperkuat kemampuannya dalam menghadapi potensi ancaman dari Cina.
Penjualan rudal ini, diharapkan dapat memberikan Indonesia sistem pertahanan yang lebih modern dan efektif, sekaligus mempererat hubungan kerjasama pertahanan antara India dan Indonesia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















